
Kamis 26 Juni 2025
BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, memperkuat strategi pengembangan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pendekatan pembelajaran terintegrasi dan digitalisasi pemetaan kompetensi.
Penguatan strategi dan pengembangan kapasitas ASN, ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pengembangan Sumber Daya Manusia, digelar di hotel Platinum Balikpapan, Kamis (26/6/2025).
Kepala BPSDM Kaltim, Dra. Nina Dewi, M.AP., menjelaskan, pengembangan SDM aparatur bukan sekadar formalitas, tetapi upaya berkelanjutan untuk mengasah potensi dan kompetensi individu ASN secara terarah.
"Kalau potensi dan kompetensi ASN tidak dikembangkan, maka kita tidak akan tahu kekurangan dan kebutuhannya. Ini jelas akan berdampak pada kinerja," ujarnya.
Menurut Nina, kebutuhan pelatihan tidak bisa disamaratakan, karena setiap perangkat daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda.
Oleh karena itu, BPSDM melakukan pemetaan terhadap kebutuhan kompetensi teknis, manajerial, maupun fungsional dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk di antaranya keterampilan komunikasi, pelayanan prima, pengelolaan keuangan, serta pengadaan barang dan jasa.
BACA JUGA: https://harianjurnal.com/pemerintahan/8866-karo-hukum-setda-kaltim-memaksimalkan-parameter-jdih
BPSDM Kaltim saat ini juga telah memiliki aplikasi khusus untuk memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN secara digital, namun masih banyak perangkat daerah yang belum mengisinya secara optimal.
"Perangkat daerah bisa lebih aktif, karena data dari aplikasi ini sangat penting untuk menyusun program pelatihan yang sesuai kebutuhan riil ASN," harapnya.
Selain menyasar ASN senior, program pelatihan juga dirancang untuk pegawai generasi muda yang baru memasuki dunia birokrasi, agar memiliki bekal wawasan dan keterampilan yang memadai sejak awal.
Melalui kegiatan ini, BPSDM Kaltim berkomitmen untuk memastikan, setiap ASN dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu menjalankan tugas pelayanan publik dengan profesionalisme dan integritas tinggi.
Senada disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Sekda Prov Kaltim) Dra.Sri Wahyuni dalam sambutannya menyampaikan, ASN perlu terus mengembangkan kompetensi untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

"Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran daring seperti ceramah dari para pakar, yang walaupun manfaatnya tidak langsung dirasakan, akan sangat berguna saat menghadapi persoalan di masa mendatang," ungkapnya.
"Ilmu dari ceramah lewat Zoom itu mungkin tidak langsung digunakan, tapi akan menjadi rekaman di bawah sadar kita. Saat menghadapi masalah, pengetahuan itu bisa muncul sebagai solusi yang tepat," kata Sri Wahyuni.
Menurutnya, saat ini BPSDM Kaltim telah memiliki aplikasi khusus untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN. Aplikasi ini dirancang untuk mengisi kebutuhan pengembangan kompetensi individu, yang kemudian dikaitkan dengan kebutuhan organisasi.(Adv/ay/DiskominfoKaltim/*)