Pasangan Sabani-Syukri, Sampaikan 9 Program Prioritas

Kamis 24 Oktober 2024

BALIKPAPAN- Debat Publik Pertama oleh Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kota Balikpapan dalam Pilkada 2024 telah usai berlangsung, di Hotel Novotel Balikpapan pada (23/10/24) Rabu malam.

Pasangan nomor urut 3, Sabani-Syukri

Pada tema Debat ini menyoroti topik-topik penting mengenai Sumber Daya Manusia (SDM), hukum dan reformasi birokrasi. Untuk kelima tim perumus serta panelis yang menyusun materi debat, merupakan kalangan dari akademisi dengan gelar profesor doktor, agar menghasilkan diskusi yang berbobot.

Acara debat tersebut dibagi menjadi 6 segmen, yang terdiri dari pembacaan visi misi oleh masing-masing paslon kemudian dilakukan pendalaman visi misi, adapun juga terdapat sesi tanya jawab yang dilakukan oleh para paslon dengan durasi yang diberikan 2 menit.

Dari ketiga Paslon tersebut pada nomor urut 1 Rahmad Mas'ud dan Bagus Susetyo, lalu Paslon nomor urut 2 ialah Rendi Susiswo Ismail dan Eddy Sunardi Darmawan, kemudian terakhir nomor urut 3, Muhammad Sa'bani dan Syukri Wahid.

Dalam kesempatan sesi doorstop yang ada, salah satunya Paslon Sabani-Syukri menyampaikan  mempunyai sembilan pokok program prioritas, seperti meningkatkan jangkauan air bersih di Kota Balikpapan yang sering menjadi keluhan oleh masyarakat.

"Persoalan air bersih tentu kami akan perbaiki, mulai dari pelayanannya, sumber air baku juga tentu akan kami siapkan. Tetapi harus berusaha dulu, tidak dibiarkan dengan mencari alasan," ungkap Sa'bani kepada awak media.

Dalam menjalankan visi misi nya, jika terpilih untuk menjabat selama 5 tahun kedepan, Muhammad Sa'bani tidak akan melakukan sendiri, ia mengatakan bahwa akan berkolaborasi.

Selain air bersih, Sabani dan Syukri akan memperbaiki persolan Fasilitas Kesehatan (Faskes), menurutnya masalah perbaiki peningkatan juga penting bukan hanya sekedar gratis saja.

Kemudian, paslon Sabani dan Syukri juga menilai hasil debat yang dilakukan tadi, bahwa mereka melalui dengan percaya diri, karena memiliki konsep dan solusi yang bervariatif.

"Ya, biar masyarakat yang menonton langsung atau lewat siaran youtube menilai sendiri. Kalau dari kami berdua sudah merasa cukup dan puas," jelasnya. (Adys*)