
Jumat 1 Agustus 2025
BALIKPAPAN - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso melaunching Export Center Balikpapan, di gedung Galeri UMKM Balikpapan, Jl. Marsma R Iswahyudi depan bandara SAMS Sepinggan, Jumat (1/8/2025).
Peresmian export center oleh Menteri Perdagangan ini, didampingi Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H. Rudy Mas'ud dan Menteri Perlindungan Pekerjaan Migran RI, Abdul Kadir Karding.
Selain itu, hadir juga Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat, Kapolresta Kombes Anton Firmanto, serta Dandim 0905/Balikpapan Letkol Inf Denny Salurerung. Peresmian export center Balikpapan ini, bersamaan diresmikannya export center Batam Provinsi Kepulauan Riau, melalui virtual.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Perdagangan, mengunjungi Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri, telah berkunjung ke Balikpapan, sebagai pintu IKN, untuk meresmikan export center Balikpapan," ungkap Rudy Mas'ud, dalam sambutannya.
Rudy Mas'ud menjelaskan, dengan diresmikannya export center Balikpapan, kiranya dapat membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kaltim untuk menampilkan produknya di gedung UMKM Balikpapan.
Ia berharap, kedepan UMKM Kaltim dapat berjaya, dengan ketersediaan peluang disediakan pemerintah. Beberapa produk UMKM di Kaltim memiliki nilai tinggi dan nilai ekspor besar, dan dapat diandalkan untuk ke mancanegara.
Sembari Gubernur Kaltim meminta agar ada konektivitas antara Balikpapan dengan negara tetangga. Untuk membuka jalur penerbangan, seperti, Singapura, China dan negara lainnya.
Rudy Mas'ud mencontohkan, produksi kakao di wilayah utara Kaltim seperti, Berau dan Kutim, memiliki kualitas kakao yang super dapat diekspor ke luar.
Namun, saat ini, konektivitas atau jalur penerbangan kek negara luar belum tersedia di Kaltim, utamanya Bandara Balikpapan.
"Kami juga memerlukan support dari pemerintah pusat agara lahan yang luas kami punya bisa produktif, seperti kakao dan pisang kepok," terangnya.
Ia berpesan, kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan export center ini sebaik-baiknya, pasar global menanti, produk-produk unggulan Kaltim.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud juga menyampaikan produksi olin (minyak makan, red) mencapai 5 juta metrik ton, kedepan juga dapat dijadikan energi alternatif, hingga saat ini Indonesia memiliki ketahanan energi, melalui swasembada energi dengan energi bati terbarukan atau EBTKE (Energi Baru Terbarukan Konversi Energi).
EBTKE ini salah satunya melalui fuel diesel. "Mudah-mudahan mimpi besar ini bisa terwujud sesuai dengan asta cita presiden, dan mampu mandiri bukan hanya pamgan tetapi juga energi," urai Gubernur Kaltim.
Ia berharap, dengan export center Balikpapan dapat menjadi semangat baru dalam mendorong ekspor berbasis UMKM, dapat menyatukan kekuatan agar pelaku usaha UMKM dapat menembus pasar dunia. Menjadikan Kaltim "HARUM" di kancah global.
Sesuai dengan harapan Menteri Perdagangan Budi Santsoso, agar UMKM Indonesia dapat melakukan ekspor, dengan program pemerintah UMKM "BISA" atau Berani Inovasi, Siap Adaptasi.
Sehingga, pelaku UMKM memiliki keberanian untuk melakukan inovasi produk yang bagus, dan kemampuan beradaptasi, saat kini pemerintah memiliki Internasional Promosion Center.
Bahkan dikatakan Menteri Budi Santoso program UMKM BISA ekspor telah dimulai awal tahun Januari 2025, hingga kini produk UMKM telah banyak diekspor ke luar negeri, melalui perwakilan-perwakilan pemerintah di luar, yang telah memiliki akses buyer.
Menteri Perdagangan menegaskan pemerintah kini telah membuka pasar baru, seperi Malaysia Filipina, dan Rusia. Sehingga, produk UMKM mendapatkan peluang besar di kancah global. (Adv/ay/DiskominfoKaltim/*)