
Rabu 2 Juli 2025
SAMARINDA — Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menyoroti lemahnya kesiapan organisasi cabang olahraga (pengcab) di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim.
Ia menyebut situasi ini sebagai alarm serius yang dapat menghambat proses pembinaan atlet secara sistematis dan berkelanjutan.
"Dari sepuluh kabupaten/kota, hanya enam yang pengcab-nya aktif dan fungsional. Sisanya mandek, bahkan ada yang mati suri,” ungkap Sapto, Rabu (2/7/2025).
Ia menyatakan, lemahnya struktur organisasi akan berimbas langsung pada kualitas pembinaan, minimnya regenerasi atlet, hingga ketidaksiapan mengikuti ajang nasional.
"Pengcab adalah fondasi pembinaan atlet. Kalau dasarnya rapuh, sulit bicara prestasi,” tegasnya.
Sapto juga menyoroti dinamika kepengurusan di sejumlah cabang olahraga, seperti Kurash, yang mengalami pergantian pengurus secara berulang.
Kondisi itu, menurutnya, menunjukkan ketidakstabilan tata kelola dan bisa merusak kesinambungan program latihan.
"Program butuh konsistensi. Kalau pengurus gonta-ganti, siapa yang tanggung jawab atas capaian atlet?” ujarnya.
Untuk membenahi kondisi tersebut, Sapto mengusulkan digelarnya forum evaluasi terpadu yang mempertemukan seluruh pengcab se-Kaltim. Forum itu akan difasilitasi oleh Komisi II DPRD Kaltim bersama KONI dan Dispora guna mencari solusi kolektif.
"Ini bukan soal mencari siapa yang salah, tapi soal menyatukan komitmen. Kita butuh sistem pembinaan yang terorganisir, bukan tambal sulam,” jelasnya.
Ia juga menyesalkan absennya beberapa cabor (cabang olahraga) dari Kaltim dalam daftar peserta PON 2028 bukan karena gagal bersaing, tapi karena alasan non-teknis seperti ketiadaan venue oleh tuan rumah.
"Atlet kita sudah berlatih keras, tapi tak bisa bertanding karena faktor eksternal. Ini harus jadi perhatian bersama,” kata politisi Golkar itu.
Meski banyak catatan kritis, Sapto tetap optimistis Kaltim bisa memperbaiki kondisi tersebut jika seluruh pemangku kepentingan bersinergi dan mulai membenahi organisasi dari sekarang.
"Kalau manajemen organisasi dibenahi, atlet pasti bisa lebih fokus dan berprestasi. Kita ingin Kaltim bersinar di PON 2028, dan itu harus dimulai dari pembenahan hari ini,” pungkasnya. (Adv/DPRDKaltim/*)