Apansyah Desak Pemerintah Percepat Perbaikan Jalan Rusak di Kaltim: Jangan Hanya Terpusat di Daerah Tertentu

Rabu 9 Juli 1025

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Apansyah, menegaskan pentingnya langkah konkret dan terencana dari Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menangani persoalan jalan rusak yang masih banyak ditemukan di berbagai wilayah.

Apansyah anggota Komisi III DPRD Kaltim 

Ia menyebut pembangunan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas utama karena berdampak langsung pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi target Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang berkomitmen memperbaiki seluruh jalan rusak di Kaltim dalam tiga tahun ke depan.

"Peningkatan infrastruktur di semua kabupaten dan kota harus dipastikan berjalan. Jangan sampai hanya berpusat di daerah tertentu,” ujar Apansyah, Rabu (9/7/2025).

Ia menilai bahwa akses jalan bukan sekadar persoalan konektivitas, tetapi menjadi tulang punggung mobilitas warga, distribusi logistik, hingga peningkatan daya saing daerah.

Karena itu, pembangunan jalan yang berkualitas dan merata harus menjadi fokus dalam rencana kerja pemerintah daerah. Salah satu proyek yang turut disorot Apansyah adalah rencana pembangunan jalan tol Samarinda–Bontang.

Proyek tersebut, menurutnya, mencerminkan semangat integrasi infrastruktur antarwilayah yang patut ditindaklanjuti secara serius.

Namun demikian, ia juga mengingatkan agar daerah-daerah terpencil tidak luput dari perhatian. Ia mencontohkan kondisi infrastruktur di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang hingga kini masih tertinggal, terutama dalam hal akses dasar jalan.

"Banyak tantangan di Mahulu, baik karena kondisi geografis maupun minimnya dukungan teknis. Ini tidak bisa dibiarkan terus berlarut,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Berau, Apansyah menegaskan bahwa Komisi III DPRD Kaltim akan terus mengawal rencana pembangunan jalan di seluruh wilayah Kaltim.

Ia juga mendorong agar alokasi anggaran infrastruktur dilakukan secara adil, tidak hanya berfokus pada wilayah yang mudah dijangkau. Apansyah berharap dalam beberapa tahun mendatang, tidak ada lagi daerah di Kaltim yang kesulitan akses akibat jalan rusak.

Ia optimistis, dengan komitmen dan perencanaan yang tepat, konektivitas antarwilayah dapat ditingkatkan dan aktivitas masyarakat bisa berjalan lebih lancar. (Adv/DPRDKaltim/*)