Komisi III DPRD Kaltim Soroti Kerusakan Jalan di Talisayan dalam RDP di Berau

Selasa 20 Mei 2025

BERAU– Komisi III DPRD Kalimantan Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah III Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim dalam kunjungannya ke Kabupaten Berau.

Rapat yang berlangsung pada Jumat (16/5) di Hotel Bumi Segah, Ruang Zurich, dipimpin oleh Ketua Komisi III, Abdulloh.

Komisi III DPRD Kaltim Bersama PUPR PERA bahas Infrastruktur jalan. (dok)

Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis, Sekretaris Komisi III Abdurrahman KA, serta anggota lainnya yaitu Syarifatul Sya’diah, Subandi, Sugiyono, Abdul Rakhman Bolong, Baharuddin Muin, Arfan, dan Husin Djufri. Dalam rapat tersebut, pihak UPTD diwakili oleh Kabid Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Heriyadi, bersama Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah III, Usman.

Abdulloh menegaskan bahwa diskusi tersebut penting karena menyangkut pembangunan jalan, khususnya di wilayah Talisayan. Ia juga meminta penjelasan rinci terkait tugas pokok dan kewenangan UPTD Wilayah III, terutama dalam hal pemeliharaan infrastruktur.

"UPTD memiliki peran penting dalam merawat fasilitas milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk jalan-jalan provinsi,” ujar Abdulloh.

Ia menyoroti banyaknya jalan provinsi yang mengalami kerusakan dan penyempitan. Untuk itu, menurutnya, pembagian kewenangan pemeliharaan antar wilayah harus segera diperjelas agar tugas-tugas UPTD dapat dijalankan secara efektif.

Ananda Emira Moeis menambahkan bahwa pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian kegiatan tahun 2024 serta membahas rencana kerja tahun 2025, termasuk anggaran dan progresnya.

"Wilayah seperti Kutai Timur, Talisayan, hingga Tanjung Redeb harus mendapat perhatian khusus, mengingat perannya yang strategis,” ujarnya.

BACA JUGA: https://harianjurnal.com/parlementaria/8685-komisi-i-dprd-kaltim-tindaklanjuti-dugaan-pencemaran-lingkungan-oleh-pt-mpi-di-kaubun

Ia menekankan bahwa jalan-jalan yang rusak dapat berdampak besar pada perekonomian daerah, karena jaringan transportasi yang baik sangat berpengaruh pada distribusi logistik dan aktivitas ekonomi.

"Jika akses jalan terganggu, dampaknya langsung terasa ke sektor ekonomi. Wilayah seperti Kutai Timur, Bontang, dan Berau merupakan penyokong kebutuhan pangan bagi daerah padat penduduk seperti Samarinda,” pungkasnya. (Adv/DPRDKaltim/*)