
Rabu 22 November 2023
SAMARINDA –Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di wilayah Kaltim belum dapat menikmati akses listrik serta kebutuhan internet yang maksimal.
Ketimpangan tersebut seharusnya tidak terjadi Anggota Komisi II DPRD Kaltim Agiel Suwarno, menyoroti ketimpangan tersebut. "Ternyata di sana, wilayah 3T Kaltim, masih ada beberapa desa yang tidak terjangkau internet.
Akses jaringan listrik PLN juga terbatas," ungkap Agiel.
Kutai Timur menjadi salah satu wilayah yang belum seluruh masyarakatnya menikmati akses tersebut.
Padahal Kutai Timur penyumbang Produk Domestik Regional Bruto dengan nilai besar untuk Kaltim, bahkan Indonesia.
"Kami berharap pada 2024 PLN sudah bangun semua dan nyala listrik di sana. Itu harapan masyarakat di sana ketika saya pulang ke dapil," pinta Agiel.
Sebelumnya, anggota DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengusulkan 10.000 sambungan listrik baru pada 2024, terutama untuk rumah warga di desa-desa tertinggal dengan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal. Saat ini, kata dia, ada rencana dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim untuk membangun 2.000 sambungan listrik PLTS pada 2024.
“Namun, jumlah itu dirasa kurang, sehingga perlu ditambah lagi," ujar Ekti. (adv/DPRDKaltim/*)