
Kamis 16 November 2023
SAMARINDA – Masalah kemiskinan masih menjadi problem yang harus segera dituntaskan. Pun demikian indikator kemiskinan saat ini masih ada perbedaan persepsi mulai dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten serta kota.
"Kemiskinan itu tidak bisa kita tuntaskan sampai selesai. Tetapi bagaimana kita mengurangi, menurunkan angka itu yang coba kita fokuskan,” ujar anggota DPRD Kaltim Salehuddin.
Dia menjelaskan bahwa peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam upaya pengentasan kemiskinan di Provinsi Kaltim.
"Kalau bicara konteks kemiskinan, terutama di Kaltim, tidak lepas dari SDM yang perlu kita benahi, Karena daya saing kita cukup rendah dibanding di luar Kaltim. Bahkan di antara pulau Kalimantan, kita masih dalam proses yang tidak setara,” jelasnya.
Salehuddin menguraikan untuk pengembangan SDM yang unggul dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini pemerintah provinsi harus memberikan fasilitas atau ruang yang maksimal bagi proses pembinaan SDM, termasuk melakukan kerja sama dengan dunia usaha yang ada di Kaltim.
"Apalagi adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) ini juga jadi tantangan kita. Saya pikir sekarang memang Kaltim belum ada proses bagaimana meningkatkan SDM,” bebernya.
Menurutnya kemiskinan dapat berdampak negatif bagi kesejahteraan kehidupan masyarakat, seperti kekurangan pangan dan gizi, keterbelakangan pendidikan, kriminalitas, dan kerusakan lingkungan.
"Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ini, diperlukan peran aktif dari pemerintah dan masyarakat,” sebutnya.
Dia berharap ada keterlibatan semua stakeholder, termasuk ribuan perusahaan yang ada di Kaltim berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan.
"Perusahaan di Kaltim harus meningkatkan kontribusinya dalam mengentaskan kemiskinan. Misalnya menyalurkan program ratusan rumah layak huni dan lainnya," tandasnya. (adv/DPRDKaltim/*)