Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Lanjutkan Sosialisasi Kebangsaan di Muara Kaman

Sabtu 11 November 2023

SAMARINDA - Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fahlevi kembali melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan (wasbang) di desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (10/11/2023).

Ahmed Reza Pahlevi Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

Kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang ideologi dan karakter bangsa sendiri.

Sosialisasi yang digelar, dihadiri sejumlah pemateri, dari Babinkamtibmas Kecamatan Muara Kaman. Sosialisasi wasbang ini dapat menjadi landasan kuat pembentukan karakter dan identitas kebangsaan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Ahmad Reza Fahlevi menilai, tujuan utama agar masyarakat dapat memahami secara lebih mendalam tentang ideologi bangsa. Ini menjadi landasan yang kuat bagi pembentukan karakter dan identitas kebangsaan.

Dirinya, mendorong partisipasi generasi muda Kukar untuk ikut menjaga keutuhan NKRI. Langkah ini akan membentuk pondasi kuat bagi mereka untuk berkontribusi positif membangun Indonesia yang harmonis.

Termasuk, generasi muda, memiliki tanggung jawab untuk berperan serta dalam menjaga NKRI. Apalagi, situasi era perkembangan teknologi pesat, generasi muda agar bertanggung jawab menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, teknologi semestinya menjadi alat pendukung, bukannya justru mengikis identitas bangsa. Perkembangan teknologi saat ini seharusnya menjadi alat yang mendukung kita, bukannya justru menggerus nilai-nilai dan identitas bangsa kita.

"Sosialisasi ini sangat penting dan strategis. Pasalnya, pemahaman sebagian masyarakat terhadap ideologi dan karakter bangsa dinilai masih minim," ungkapnya.

Tampak dari maraknya ujaran kebencian, intoleransi, dan radikalisme di media sosial maupun kehidupan nyata. Nurani dan jati diri bangsa seolah terkikis di era digital.

Oleh karena itu, sosialisasi wasbang perlu digencarkan untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945 kepada generasi milenial. Dengan begitu, semangat kebhinnekaan dan gotong royong dapat terjaga.

Selain itu, sosialisasi wasbang harus terus digelar di berbagai daerah agar nilai-nilai kebangsaan tertanam kuat dalam karakter generasi muda.

Bahkan, sosialisasi juga penting untuk mencegah masuknya paham-paham asing yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Ancaman radikalisme dan terorisme masih menjadi momok menakutkan bagi Indonesia.

"Dengan adanya sosialisasi wasbang ini, pemahaman masyarakat terhadap ideologi dan karakter bangsa semakin meningkat. Dan akan mendorong perilaku positif masyarakat sesuai nilai-nilai Pancasila," tandas Pahlevi. (Adv/DPRDKaltim/*)