
Selasa 31 Oktober 2023
SAMARINDA - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ekti Imanuel mengusulkan 10.000 sambungan listrik baru tahun 2024, untuk rumah warga di desa-desa tertinggal, dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal.

Menurut Ekti Imanuel, saat ini memang ada rencana dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim untuk membangun 2.000 sambungan listrik dari PLTS pada 2024, namun jumlah ini dirasa kurang, sehingga perlu ditambah lagi.
"Dengan program Pemerintah Provinsi Kaltim terkait pengadaan PLTS, karena masih banyak desa yang belum dialiri listrik, sehingga pihaknya mendukung program tersebut," kata Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini.
Ekti menegaskan, program tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang berada di lokasi terpencil dan sulit diakses dengan PT PLN, karena melalui PLTS komunal akan dapat menjangkau semua kawasan, termasuk daerah terpencil.
"PLN dapat bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan jumlah sambungan listrik, sehingga semua desa terpencil di Kaltim dapat merasakan layanan energi listrik," harapnya.
Dia katakan, selain untuk penerangan, PLTS juga dapat digunakan untuk kebutuhan produktif di masyarakat desa tertinggal, terluar, dan terpencil, sehingga mereka juga berkarya dengan memanfaatkan tenaga listrik.
Bahkan, kebutuhan listrik menjadi dasar dan bisa berpengaruh pada perkembangan sebuah desa. Apalagi listrik merupakan salah satu layanan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah untuk kemajuan desa.
Salah satu desa di Provinsi Kaltim yang hingga hari ini belum terlayani listrik dari pemerintah adalah Kampung Mapulu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. Kemudian beberapa kampung di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Ekti Imanuel menambahkan, masih banyak desa di Kaltim yang belum terlayani listrik, seperti desa di Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Kabupaten Paser. (adv/DPRDKaltim/*)