Kamis, 21 JULI 2022
BALIKPAPAN-Salah satu langkah pemerintah Provinsi Kaltim, menangkal hoaks, dikalangan remaja, pemprov Kaltim menggelar edukasi digital, melalui Gerakan Anti Hoaks Jurnalis Kalimantan Timur. Edukasi ini disampaikan kepada pelajar di SMAN 5 Balikpapan, Kamis (21/07/2022).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal menyampaikan, penyebaran hoaks sudah beredar dimana-mana apalagi tahun depan menyambut tahun politik, konstalasi informasi, makin tinggi dan ramai.
"Jadi kami jalan ini, ke beberapa sekolah untuk melakukan sosialisasi anti hoaks, setidaknya belajar tahu bahwa internet diperlukan, tetapi hati-hati dengan informasi-informasi yang tidak benar, agar tidak ikut menyebarkan hoaks tersebut," ucap Faisal.
Muhammad Faisal menegaskan, agar bisa membedakan mana yang hoaks dan tidak walaupun itu sangat sulit sekali.
"Tips buat pelajar, saat menerima informasi jangan ikut-ikut mengshare apalagi jika tidak tahu sumbernya dari mana atau tidak jelas kebenarannya," ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk itu ingat 3 (tiga) hal yang akan merugikan manusia jika menerima informasi hoaks. Pertama dari sisi agama berdosa, Kedua hanya buang-buang kuota internet dan duit, dan secara hukum hati-hati ada UU ITE bisa dipidana.

"Jadi yang paling utama saring dulu informasi sebelum menyebarkan informasi tersebut, atau yang paling gampang diam saja tidak perlu ikut-ikut menyebarkan," tandasnya. (Adys/adv/Diskominfo Kaltim)