Kamis, 14 JULI 2022
BALIKPAPAN-Untuk mendorong target peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) sebagai bagian aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Pemprov Kaltim (Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur), menggelar rapat koordinasi, monitoring, evaluasi dan sosialisasi terkait, percepatan penggunaan produk dalam negeri, di hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kamis (14/7/2022).
Kegiatan ini dihadiri Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Kaltim, tampak hadir Kepala Biro PLT Kepala Biro ekonomi, dan juga dihadiri Ketua KADIN Kaltim.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Mulyadi yang membuka kegiatan monev (monitoring dan evaluasi) ini, mengapresiasi para peserta, dengan semangat untuk mengaktualisasikan penggunaan produk dalam negeri.
Menurutnya, penggunaan produk dalam negeri untuk Kaltim saat ini mencapai 45%, hingga tahun 2021, penggunaan produk melalui e-katalog.
"Kita jangan terpaku dengan 40% dari yang targetkan, namun penggunaan produk dalam negeri dan UMKM dimanfaatkan semaksimal mungkin," harap Hadi Mulyadi.
Bahkan, Wagub Kaltim menyampaikan, keikutsertaan salah satu UMKM Kaltim dalam dunia ekspor, kini mulai tampak berkembang. "Bukan karena perintah presiden atau tidak untuk membangun negeri, namun kita sendiri ingin memajukan negeri itu, adalah selama ada produk dalam negeri, yang bersaing, berkualitas, kenapa harus membeli produk yang lain," ungkapnya.

Dirinya bersyukur, "Alhamdulillah 2021 di tengah Kalimantan Timur terbesar kedua dari 34 provinsi di Indonesia, sebagai pengekspor terbesar selain pertambangan batu bara," urainya.
Termasuk upaya memajukan UMKM Kaltim, saat ini Kalimantan Timur telah menerbitkan 65.000 NIB (Nomor Induk Berusaha) khusus untuk UMKM," jelas Wagub Kaltim.
Ia berharap, tetap semangat dengan membangun diri membangun keluarga membangun masyarakat dan membangun Indonesia.
"Semangat yang tinggi membangun Kalimantan, bukan sekedar belanja-belanja saja, itu beda dengan mencintai dan kita sudah sampai pada tingkat berusaha yang luar biasa," tuturnya.

"Saya berharap, jangan terpaku pada angka saja, namun dalam bekerja dan belanja produk-produk sendiri, dan UMKM menjadi bagian penting bagi kita dalam membangun Kaltim dan Indonesia," tandasnya. (Ay/adv/Diskominfo Kaltim)