Analisa BMKG Soal Gempa Guncang Kabupaten Bandung

Selasa 17 September 2024

Oleh : Meti

(Ibu Rumah Tangga)

Dilansir dari detikJabar (Kamis, 05/09/2024) telah terjadi gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Bandung sebanyak dua kali. BMKG menjelaskan, bahwa gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Bandung berkekuatan 3,2 magnitudo.

Menurut hasil analisis BMKG menujukan bahwa episenter gempa terletak pada koordinator 7.21 LS dan 107.55 BT yang berlokasi di darat pada jarak 21 km Tenggara Kabupaten Bandung pada kedalaman 13 km.

Gempa ini dirasakan di pangalengan dengan Skala Intensitas II-lll MMI. Getaran yang di rasakan beberapa orang seakan-akan ada truk berlalu.

Bahkan mereka berhamburan keluar rumah karena terkejut akibat adanya guncangan yang terjadi secara tiba-tiba.

Pihak BMKG menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan memastikan informasi yang didapat bersumber dari BMKG yang disebar melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu tidak bertanggung jawab.

Lemahnya sarana mitigasi bencana alam, ini akan memperburuk dampak dari bencana.

Mengingat di Kabupaten Bandung rawan bencana gempa dalam satu penomena yang tidak bisa dihindari dan belum ada teknologi yang memadai untuk menghindari diri kita dari bahaya gempa, padahal berada di lokasi teknoktif aktif di wilayah memiliki zona subduksi dan sesar yang bisa menimbulkan gempa bumi.

Negeri ini memang mempunyai kendala dalam mengatasi bencana. Banyaknya korban bencana yang pernah terjadi di negeri ini tidak menjadikan pelajaran bagi para pemimpin untuk menyediakan mitigasi.

Padahal negeri ini kaya akan sumber daya alam yang sebenarnya dengan sumber daya alam tersebut mampu menyediakan alat untuk memitigasi bencana.

Tapi sumber daya alam tersebut sudah diserahkan kepada pihak swasta, sehingga negara tidak ada sumber pembiayaan. Inilah kehidupan dalam sistem kapitalisme sekuler.

Tidak ada satu pun manusia yang mengetahui kapan bencana akan datang. Manusia hanya mampu mengetahui gejala-gejala dan memprediksikan kejadian, akan tetapi Allah yang mengetahui pasti kapan datangnya.

Oleh karenanya, merupakan hal baik pada saat sebelum terjadi bencana dapat di lakukan persiapan untuk melakukan pengelolaan resiko bencana dengan baik yang di sebut preventif.

Terdapat dua prinsip yang dapat di pahami sebagai dasar kegiatan-kegiatan preventif ; Pertama, memahami penyebab bencana dan Kedua, memahami peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Hanya jalan satu-satunya yaitu dengan menerapkan syariah islam secara kaffah wallahu,alam bishshawab. (**)