Menyoal Anak Tak Terlindungi, Islam Solusi Hakiki

Senin 29 Juli 2024

Oleh : Risnawati

(Pegiat Literasi)

Setiap tahun secara seremonial, peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tidak ada perubahan bermakna, malah problem anak makin bertambah. Seperti dilansir dalam laman KBRN, Jakarta: Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli 2024.

Risnawati

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengambil enam poin penting pada peringatan HAN tahun ini.

Adapun enam subtema yang dipilih, Suara Anak Membangun Bangsa, Anak Cerdas Berinternet Sehat, Pancasila di Hati Anak Indonesia. Kemudian, Anak Pelopor dan Pelapor, Anak Merdeka dari Kekerasan, Perkawinan Anak, Pekerja Anak, dan Stunting; dan Digital Parenting.

Deputi bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar mengatakan, HAN 2024 akan mengusung tema ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju,' “Anak Indonesia harus dipenuhi hak-haknya, dan dilindungi jika mereka menghadapi persoalan sehingga untuk mewujudkan hal tersebut, ada beberapa subtema yang perlu menjadi perhatian,” kata Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar dalam keterangannya di Jakarta, dikutip rri.co.id, Senin (24/6/2024).

Telaah Akar Masalah

Persoalan anak setiap tahun semakin bertambah seperti banyak anak menjadi pelaku judi online (judol), juga pelaku dan menjadi korban kekerasan. Stunting juga masih jadi masalah akut.

Disisi lain, peran keluarga dalam mendidik anak makin lemah. Sementara sistem Pendidikan saat ini justru membentuk generasi yang jauh dari agama, tidak terlindungi dan sistem ekonomi gagal membuat sejahtera.

Lalu pertanyaannya, mengapa negara gagal memberikan perlindungan pada anak? Banyak pihak mencoba menganalisis faktor penyebab munculnya persoalan anak. Umumnya pihak-pihak terkait menuding kemiskinan, pola asuh, lingkungan (keluarga, masyarakat, dan sekolah), budaya, lemahnya penegakan hukum, serta kurangnya pengawasan terhadap implementasi kebijakan, menjadi faktor terjadinya berbagai masalah anak.

Solusi yang dilakukan pun belum menyentuh akar masalah. Pembahasan faktor yang memunculkan persoalan anak selalu terhenti di sini. Tidak ada yang membahas bahwa semua persoalan tersebut pada dasarnya adalah kegagalan negara dalam melindungi anak di negeri ini.

Tidak ada upaya untuk menelaah lebih dalam, peran negara yang minimalis dalam sistem kapitalisme berdampak besar dalam memunculkan kemiskinan, disfungsi keluarga, merebaknya tayangan merusak atau buruknya implementasi hukum.

Kesenjangan makin lebar antara yang miskin dan kaya. Kondisi ini bisa memicu stres orang tua yang berujung pada kekerasan terhadap anak, penelantaran, perdagangan anak, gizi buruk, dan stunting.

Dengan demikian, berbagai persoalan anak pada dasarnya penyebabnya adalah penerapan sistem yang rusak, sistem kapitalisme sekular yang hanya melahirkan kerusakan dan kebobrokan di semua aspek kehidupan.

Seharusnya sistem tersebut di tinggalkan, berpindah pada sistem Islam yang memuliakan generasi yang telah terbukti saat diterapkan menghasilkan anak-anak berkualitas.

Islam Solusi Hakiki

Islam telah memberikan perhatian yang besar terhadap perlindungan anak. Seorang anak akan menjadi nikmat, manakala orang tua berhasil mendidik anaknya menjadi pribadi yang bermoral dan tidak fakir dari segi spiritual.

Namun jika orang tua gagal mendidik anaknya, maka nikmat itu akan menjadi malapetaka. Islam memandang penting keberadaan anak sebagai generasi penerus peradaban, karena itu kewajiban negara menjamin pemenuhan kebutuhan anak, dalam berbagai aspek Negara akan mewujudkan fungsi dan Peran keluarga yang optimal dalam mendidik anak.

Di sisi lain, negara juga akan menerapkan sistem Pendidikan Islam untuk membentuk generasi berkepribadian Islam Dalam Islam definisi anak adalah seseorang yang belum baligh sehingga tidak terikat pada usia tertentu.

Penanganan masalah anak tidak hanya dilihat dari satu aspek saja tetapi juga aspek lainnya. Akar masalah anak yang saat ini terjadi adalah akibat diterapkannya sistem kapitalisme-sekulerisme dimana peran Allah SWT ditiadakan dalam mengatur kehidupan, sehingga solusi terbaiknya hanya penerapan aturan Allah SWT dalam kehidupan.

Penanganan dan pencegahan Permasalahan anak melibatkan seluruh unsur dari keluarga, masyarakat hingga negara. Islam mengatur segala aspek kehidupan, dan standar perbuatan dalam Islam hanyalah halal dan haram, bukan yang lain.

Dalam Islam, anak-anak sejak usia dini sudah ditanamkan Pendidikan berbasis Aqidah Islam, sehingga mereka dapat membedakan mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang oleh Allah SWT. Masyarakat pun akan menjadi masyarakat yang senantiasa beramar ma’ruf nahi munkar, tidak akan mendiamkan kemaksiatan, saling nasehat menasehati. Sedangkan negara mempunyai tanggung jawab untuk melindungi warga negaranya tanpa terkecuali.

Negara akan menjadi perisai terhadap segala sesuatu yang akan masuk ke dalam wilayahnya, hal-hal yang mengancam dan yang dapat merusak akal serta aqidah tidak akan diperkenankan masuk.

Suasana keimanan akan tercipta dan maksiat pun terelakkan.

Untuk mewujudkan itu semua tentu syariat Islam harus diterapkan secara kaffah (menyeluruh), firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya”(QS. Al-Baqoroh: 208).

Demikianlah, sistem Islam dalam naungan Khilafah adalah negara yang memiliki lingkungan pemikiran yang sehat dan kondusif bagi terciptanya anak-anak dan generasi yang berkualitas pengisi peradaban Islam. Penerapan sistem Islam secara utuh ini akan menyelesaikan masalah-masalah anak secara tuntas, bukan solusi parsial yang memunculkan berbagai persoalan baru.

Walhasil, penerapan sistem ini hanya bisa dilakukan dalam institusi negara Islam, yaitu Khilafah Islamiah yang akan menerapkannya secara sempurna. Hanya dalam sistem Islam saja yang telah terbukti dari sejarah penerapannya selama kurang lebih 13 abad inilah, anak-anak dapat tumbuh dengan aman, menjadi calon-calon pemimpin, calon-calon pejuang, dan calon generasi terbaik. Anak terlindungi, umat maju seluruhnya.

Pada intinya, anak dapat terlindungi dan terjaga hanya dalam asuhan sistem Islam kaffah. Hak mereka pun terpenuhi, kewajiban negara sebagai pengurus terlaksana, dan syariat Allah Swt. akan membawa berkah bagi seluruh alam. In syaa Allah. Wallahu’alam bishawab.