Stunting yang Kian Genting

Kamis 25 Juli 2024

Ulfah Febriani, SE

Kasus stunting di Kota Balikpapan meningkat 2 persen, disampaikan Alwiati selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Ia menyampaikan, berdasarkan data penimbangan terdapat 2500 anak di Balikpapan memiliki masalah gizi.

 

Ulfah Febriani

Selain itu terdapat pula 680 lebih, ibu yang terserang anemia dan mengalami kekurangan energi kronis. "Ini adalah rapot merah kita. Stunting di perkotaan tidak selamanya identik dengan kemiskinan. Tapi lebih kepada perilaku.

Sehingga, itu yang menyebabkan stunting," tuturnya saat menghadiri Jambore Kader Posyandu di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Minggu (14/7/2024).

Menurutnya, hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat untuk datang dan melakukan pengecekan ke posyandu. 

Jika kita lihat stunting merupakan permasalahan kekurangan gizi sehingga upaya yang tepat untuk menyelesaikannya adalah  dengan cara memberi asupan gizi pada anak.

Artinya walaupun masyarakat sering melakukan pengecekan kesehatan tidak akan menjamin nantinya anak tidak stunting karena walaupun SDM tersebut paham akan pentingnya cek kesehatan dan makanan bergizi agar terhindar dari stunting namun tidak mampu membeli makanan bergizi tersebut.

Akhirnya, mereka kesulitan menyajikan makanan gizi seimbang. Alih-alih menyediakan makanan bergizi, bisa makan sehari-hari saja sudah bersyukur.

Pemerintah harus serius mengurusi kebutuhan masyarakat, dan serius menjadi pelayan masyarakat sehingga tidak ada lagi masyarakat hidup dalam kemiskinan yang menyebabkan anak-anak Indonesia Stunting. (**)