Pemuda dalam Islam adalah Tonggak Kebangkitan Umat

Minggu 14 Juli 2024

Oleh : Resti Yuslita S.S

Beberapa waktu lalu ribuan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) dikabarkan telah diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tidak kurang dari tiga ribu mahasiswa Unmul dilepas untuk melakukan pengabdian masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur.

KKN Unmul Angkatan ke-50 yang diselenggarakan mulai tanggal 8 Juli hingga 22 Agustus 2024 berfokus pada tema pengembangan smart village melalui inklusi sosial, ekonomi dan lingkungan.

Melalui acara pelepasan ini juga diharapkan agar para mahasiswa mampu memberikan peran strategis guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di wilayah Kalimantan Timur.

Cukup menarik jika kita melihat bagaimana perkembangan isu pedesaan belakangan ini. Terlebih ketika segmentasi pemuda ikut dihadirkan dalam mendekatkan konsep kemajuan pedesaan kepada masyarakat luas.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) melakukan upaya untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional diantaranya melalui Sustainable Development Goal (SDGs) Desa. SDGs Desa merupakan upaya terpadu untuk pembangunan ekonomi, sosial, lingkungan, hukum, dan tata kelola masyarakat di tingkat desa dengan adanya aplikasi SDGs Desa yang dapat diunduh masyarakat.

Program ini memiliki 18 goals atau tujuan yang ingin diraih, diantaranya: desa tanpa kesenjangan, desa damai berkeadilan dan keterlibatan perempuan desa. Dalam upaya menyukseskan teraihnya 18 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, digandeng lah kaum muda.

Para pemuda, seperti mahasiswa, ikut berkontribusi aktif memberikan sosialisasi sekaligus implementasi tujuan yang telah dicanangkan. melalui program pengabdian masyarakat di perguruan tinggi.

Mereka menjadi penganjur dan pelaksana lapang dari program tersebut. Adapun jika kita telaah lebih jauh, poin besar yang seharusnya menjadi perhatian adalah bagaimana peran serta negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan mewujudnya desa kesenjangan atau tanpa kemiskinan merupakan tanggungjawab negara sebagai pengayom rakyatnya.

Konsep ini tidak berlebihan, setidaknya jika kita merujuk kepada bagaimana syariat Islam mendudukkan peran negara melalui para penguasa. Syariat Islam telah menjadikan penguasa sebagai pihak yang memiliki amanah besar dalam mengurusi rakyatnya.

Dalam hadits Nabi Saw. bersabda yang artinya, “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR Bukhari).

Tujuan meraih kesejahteraan hanya mungkin jika negara hadir dalam memenuhi kebutuhan rakyat tanpa kecuali. Melalui kebijakan yang dibuat, negara akan memastikan seluruh rakyat mampu menjalani kehidupan mereka dengan layak, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan primer, sekunder maupun tersier.

Pasokan bahan pangan harus senantiasa mencukupi untuk seluruh individu rakyat, termasuk bahan penunjang lainnya yang membantu mereka menjalankan roda ekonomi. Negara memenuhi kebutuhan rakyat berdasarkan aturan Islam.

Oleh karena itu, pemuda tidak seharusnya terjebak dalam program praktis yang hakikatnya merupakan tanggung jawab negara. Pemuda memiliki peran strategis di tengah masyarakat, khususnya dalam memelopori perubahan.

Pemuda memiliki keutamaan dalam pandangan Islam seperti terdapat pada salah satu hadits Nabi Saw. Yang artinya, “Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah” (HR Ahmad).

Shabwah yang dimaksud disini adalah pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsu. Pemuda yang menyandarkan dirinya pada syariat Islam akan menjadi ujung tombak kebaikan dan kebangkitan di tengah umat.

Sebagaimana yang telah ditorehkan oleh tinta emas sejarah Islam seperti sosok Muhammad Al Fatih yang menaklukkan Konstantinopel dalam usia 22 tahun dan Muhammad Al Qasim sang penakluk India yang berusia 17 tahun pada masa itu.

Pemuda Adalah Tonggak Kebangkitan Umat

Pemuda berkontribusi besar dalam mengharuskan perubahan di tengah masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik dengan aturan Islam. Pemuda berperan memberikan penyadaran di tengah umat tentang Islam dan syariatnya, melakukan inovasi dalam bidang sains dan teknologi untuk kemajuan umat.

Pemuda tidak seharusnya terperdaya dengan amal praktis yang justru akan memandulkan potensi besar mereka dalam menyuarakan kebangkitan umat. Pemuda akan kembali kepada peran utamanya jika suasana kehidupan di tengah masyarakat kembali pada aturan Allah SWT.

Kita tentunya rindu dengan pemuda yang berkhidmat dengan Rabb-nya. Tidak sekadar shalih bagi dirinya namun juga membawa arus kesalehan bagi sekitarnya (mushlih).

Pemuda dambaan umat hanya lahir dari rahim peradaban Islam yang agung. Syariat Islam terbukti mampu melejitkan potensi pemuda hingga pada level terbaik mereka, menorehkan prestasi duniawi tanpa melalaikan kedekatan pada Sang Ilahi.

Sudah saatnya pemuda bangkit untuk mengejar ketertinggalan mereka dari generasi pendahulu mereka dengan melibatkan diri dalam upaya membangkitkan umat. Allahu’alam.