Ingin Sejahtera Namun TKI di Myanmar Dalam Bahaya

Minggu 14 MEI 2023

Oleh : Perwita Sari,S.Si

(Aktivis Muslimah)

Sungguh tidak beruntung, nasib yang menimpa TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Lagi-lagi bahaya mengancam mereka,diketahui dari video yang mereka rekam. Puluhan TKI di sekap di Myanmar,bahkan mereka mengalami penyiksaan. Dari video mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memulangkan mereka ke Tanah air (kompas,2/4/2023).

Beginilah nasib TKI bukan untung malah buntung. Bukan tanpa sebab mereka pergi jauh bekerja ke luar negeri melainkan untuk mendapatkan kesejahteraan.

Merubah kondisi mereka yang hidup penuh dengan kekurangan berharap mendapat penghasilan. Merubah tingkat pendapatan sehingga terpenuhinya segala kebutuhan. Kemiskinan pun kian meningkat,menurut data BPS ( Badan Pusat Statistik) persentase penduduk miskin pada September 2022 naik menjadi 9,57 persen.

Sedangkan ruang kerja tidak mudah di dapatkan hingga akhirnya TKI berusaha mencari peluang kerja di negara tetangga.

Hingga saat ini jaminan kesejahteraan tidaklah kunjung ada. Meskipun di gulirkan berbagai macam program baik peningkatan keterampilan masyarakat namun pada kenyataannya tidak semua yang memiliki modal besar untuk melakukan usaha.

Apalagi daya beli masyarakat mulai menurun seiring dengan kenaikan harga barang. Sehingga untuk rakyat bisa memakan bahan pokok dan mampu bertahan di tengah kesulitan itu merupakan hal yang luar biasa. Jaminan keamanan untuk mempertaruhkan hidup di negara tetangga pun kurang maksimal.

Hingga saat ini pembebasan di TKI di Myanmar masih mengalami permasalahan yang sangat pelik. Perdagangan manusia berkedok kerja kerap terjadi,mulai diimingi gaji yang besar hingga bonus jutaan.

Kemudahan para penipu menawarkan kerja non prosedural demi mendapatkan korbannya, mulai dari tanpa adanya visa kerja hingga kemudahan pemberangkatan hingga tidak perlu kualifikasi khusus. 

Tidak hanya itu masih banyak kasus TKI lainnya yang terjadi baik di Saudi Arabia, Taiwan, Cina maupun Hongkong. Ini membuktikan kesejahteraan rakyat tidak meningkat rakyat terpaksa mempertaruhkan hidup di negeri tetangga.

Rupanya negeri ini telah gagal mensejahterakan. Pasalnya masih banyak kondisi rakyat yang tidak terurus atau mengalami kesusahan. Peran sebuah sistem sangat berpengaruh terhadap kehidupan.

Sistem Kapitalisme telah nyata menyengsarakan. Sistem Kapitalisme hanya menguatkan orang kaya sehingga semakin kaya,dan yang miskin menjadi lemah tidak berdaya. Dampak penerapan sistem Kapitalisme berpengaruh besar hingga kurangnya ketakwaan individu.

Pasalnya kerapkali pejabat yang diamanahi untuk menyalurkan bantuan sosial covid berapa tahun yang lalu malah di korupsi. Disisi lain ancaman bahaya selalu mengintai TKI yang berada di luar negeri hingga saat ini minimnya perlindungan nyata. Hanya ketika kasus terjadi baru di tindak lanjuti.

Islam menjamin kesejahteraan rakyat. Setiap masyarakat tentu kadar rizki yang diberikan Allah SWT berbeda, ada yang di berikan berlebih namun tidak sedikit dalam posisi kekurangan serta butuh bantuan. Maka disini negaralah yang berperan dengan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Seperti yang di gambarkan Amirul mu'minin Umar bin Khattab ra dalam upaya menjamin kehidupan rakyat karena kekhawatiran Umar terhadap rakyatnya yang kelaparan. Umar sudah memerintahkan Aslam untuk membagikan harta kepada warga yang tidak mampu.

Namun, betapa terkejutnya Umar ketika ia patroli mendengar ada anak-anak menangis di salah satu rumah penduduk. Sang Khalifah pun mulai mengetuk pintu dan menanyakan kepada seorang Ibu yang sedang memasak.

Ibu tersebut mengatakan bahwa makanan yang ia masak tidak akan pernah matang. Terkejutlah umar ketika ibu tersebut memasak batu, betapa khawatirnya Umar ra dan segera mengambil gandum dari Baitul Mal untuk diserahkan pada ibu tersebut.

Selain jaminan sosial, negara juga menjamin lapangan pekerjaan seratus persen terhadap warga negara. Dengan ini kesejahteraan warga akan terwujud sehingga tidak harus bersusah payah bekerja ke luar negeri yang hanya sering menjadi ajang penipuan bahkan perdagangan manusia. Wallahu'alam bishowab