Peran Pelajar dan pemuda dalam pandangan Islam

Minggu 14 MEI 2023

Oleh : Ely Nurcahyanik S.Hut

(Aktivis Peduli Generasi)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan pentingnya menanamkan semangat keislaman dan jiwa nasionalisme dengan seimbang.

Hal ini untuk  memberikan sumbangan yang bermakna bagi Indonesia. Hal tersebut ia utarakan didepan 750 peserta Muktamar Nasional Ke-32 Pelajar Islam Indonesia (PII) di Kompleks Asrama Haji Balikpapan, Kalimantan Timur dengan tema "Transformasi Gerakan Pelajar Menuju Indonesia Emas 2045" pada Jum'at (5/5/2023).

Pelajar dalam istilah bahasa Indonesia merupakan sinonim siswa murid mahasiswa dan peserta didik. Semuanya mengandung makna anak yang sedang berburu ( belajar bersekolah dan kuliah ).

Mereka adalah kelompok pemuda yang berada dalam tahap yang progresif dan dinamis, sehingga kerap kali pada fase ini dikatakan sebagai usia yang produktif untuk melakukan berbagai bentuk kegiatan, Pemuda adalah harapan bangsa, pemuda juga tumpuan bangsa, serta menjadi tonggak kehidupan masa depan.

Seringkali kita mendengar kalimat di atas yang menjelaskan peran pemuda menjadi harapan sebuah bangsa. Menjadi doa dan penyemangat dalam mengarungi kehidupan ini. Di balik negeri yang kuat, ada peran pemuda di dalamnya yang semangat, kuat dan tangguh dalam bersikap.

Memiliki rasa berani menjunjung tinggi harkat martabat jiwa bangsa, negara dan agamanya.

Namun dibalik harapan dan angan-angan terhadap peran pemuda, realita yang terjadi saat ini generasi pemuda begitu mudah rapuh, mudah terkena mental illness, mudah tersulut hawa nafsu, minim moral, hedonis, dan cenderung menyukai hal yang receh.

Menjadi harapan semua kalangan agar pelajar dan pemuda sebagai calon pemimpin dimasa yang akan datang menjadi pemuda idaman zaman. Adapun peran pemuda dan pelajar adalah dalam Islam adalah Pemuda memiliki peran sebagai agen perubahan.

Mahasiswa memiliki kekuatan untuk mengubah kondisi dengan suaranya. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam mengawal perubahan.

Bung karno pernah menyampaikan bahwa "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."

Hal ini menunjukkan besarnya peran pemuda dalam mengubah kondisi negeri. Perubahan yang dibawa juga perlu diperhatikan, kemana arah perubahan itu dilakukan.

Seorang pemuda muslim akan menjadikan Islam Kaffah sebagai landasannya, oleh karena itu, pemuda muslim perlu mengarahkan seluruh perhatian dan tenaganya untuk melakukan perubahan ke arah Islam.

Sebagaimana diketahui, bahwasannya syariah Islam mampu menyelamatkan manusia dari kerusakan dan mensejahterakan kehidupan.

Pentingnya peran pemuda dalam perubahan juga dicontohkan oleh Rasulullah, dimana kita ketahui sahabat Rasulullah juga banyak dari kalangan pemuda. Meraka menyumbangkan banyak hal untuk Islam dan perjuangannya.

Pemuda berperan dalam mengontrol masyarakat dengan ilmu yang dimiliki. Hal ini berarti mahasiswa harus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan di tengah-tengah masyarakat.

Maka dari itu, pemuda muslim juga harus mengaplikasikan seluruh ilmu yang diperoleh di tengah-tengah masyarakat. Bukan hanya sekedar ilmu umum semata, namun ilmu berkaitan dengan hukum-hukum Islam sebagai pemecah problematika di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk mempelajari ilmu Islam selain mempelajari ilmu umum, sehingga apabila ilmu Islam tidak didapat di bangku perkuliahan, maka perlu menimba di majlis-majlis ilmu Islam. Pemuda kini akan menjadi pemimpin atau pengisi peradaban di masa depan.

Pemuda perlu menyiapkan diri terutama pemecahan problematika dalam pandangan syariah Islam, karena hanya syariah Islam yang mampu mensejahterakan negeri.

Pemuda akan memimpin negeri ini ke depannya sesuai dengan pandangan Islam, baik menjadi pegawai negeri, militer, bagian pemerintahan, administrasi dan lainnya. 

Pemuda memiliki kekuatan moral yang mampu dicontoh di tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa kini yang cenderung hidup hedonis hanya sekedar mementingkan kesenangan sendiri dan melupakan aktivitasnya di tengah masyarakat. Perlu untuk mengembalikan peran mahasiswa sebagai teladan di masyarakat.

Teladan yang mulia adalah Rasulullah SAW, maka dari itu mahasiswa juga harus meneladani Rasulullah dalam segala aktivitasnya, sehingga masyarakat juga akhirnya meneladani Rasulullah melalui mahasiswa.

Harapannya, masyarakat mampu meneladani Rasulullah dari segala aspek kehidupan, baik sekala individu, bermasyarakat, hingga negara melalui perantara mahasiswa. Peran dan fungsi pemuda sangat luar biasa dalam pembangunan bangsa agar sesuai dengan tuntunan Allah SWT.

Mengoptimalkan peran dan fungsinya untuk mengembalikan pegaturan negeri ini sesuai dengan Islam Kaffah, sehingga keberkahan turun dari langit dan bumi.

Oleh karena itu, pemuda dengan segala peran dan fungsinya juga perlu menyampaikan bahwasannya risalah Islam hanya akan terterapkan secara sempurna melalui sistem Islam Kaffah.