Rabu 10 MEI 2023
Oleh : Ayu Putri Wandani
(Aktivis Muslimah)
Walikota Bontang, Basri Rase menegaskan bahwa di era kepemimpinannya investor akan dipermudah.
Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam penutupan pelatihan sertifikasi teknisi scaffolding PT Badak NGL untuk internal dan warga bufferzone, Rabu (19/4/2023) sore di Gedung Town Centre.
Dikatakan Basri, dirinya tak ingin lagi ada investor yang ‘lari’ dari Bontang. Disebutkannya, beberapa investor yang pergi dari Bontang adalah proyek pembangunan Kilang BBM Pertamina, Pabrik NPK Cluster, dan lain sebagainya.
Banyak penyebab para investor batal menanamkan modalnya di Kota Taman, sebutan Bontang. Salah satunya karena panjangnya prosedur untuk keperluan pengurusan administrasi dan kebutuhan-kebutuhan penunjang lainnya. (Mediakaltim.com, 25/04/2023)
Bagi negara Indonesia, investasi merupakan instrumen yang penting untuk membangun kemajuan negara. Aliran modal asing yang masuk dapat menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan negara. Indonesia memiliki SDA yang melimpah.
Di wilayah Kaltim khususnya Bontang memiliki banyak peluang investasi. Analis Kebijakan Ahli Madya Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Karel mengatakan, ada 18 peluang investasi di Bontang.
“Ke-18 peluang investasi itu meliputi pergudangan, pelabuhan, pabrik pengolahan limbah, pabrik pengolahan garam, pabrik penyulingan air laut, pabrik pengalengan ikan, pengolahan rumput laut, pabrik isotank, pabrik pemerosesan biodiesel, gliserin, sabun dan detergen, pabrik pembuatan kaca, baking soda, jeruk, pabrik pengolahan karet, pasar dan terminal,” kata Karel pada Niaga.Asia, Kamis (10/11/2022).
Dengan adanya peluang investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat investor dalam dan luar negeri, meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Bontang, meningkatnya penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Investasi, Penjajahan Ekonomi
Namun sayangnya, secuil manfaat yang didapatkan dari investasi asing ini memiliki bahaya yang besar. Terutama bagi rakyat dan kedaulatan negara.
Karena sistem ekonomi yang diterapkan saat ini adalah sistem ekonomi kapitalisme yang menjadi alat penjajahan negara-negara kapitalis. Ketika mereka memberikan kemerdekaan secara fisik, mereka pun menjajah dalam bentuk lain yakni dalam sistem politik dan ekonominya.
Dalam sistem ekonomi kapitalis, utang dan investasi dijadikan ‘senjata’ untuk meraup sebanyak-banyaknya keuntungan dari pengelolaan sumber daya alam yang sejatinya untuk rakyat.
Hadirnya investor asing dalam mengelola SDA negara ini akan mengubah sistem pengelolaan negara ke arah swastanisasi. Kebijakannya tidak lepas dari untung rugi.
Mereka hanya mementingkan korporasi daripada rakyat sendiri. Alih-alih dapat memakmurkan rakyat, mereka jutru menjual kekayaan alam atas nama investasi.
Investasi asing menyebabkan dominasi yang luar biasa terhadap pengelolaan sumber daya alam termasuk sumber daya alam milik publik. Akhirnya, masyarakat mendapatkan barang-barang yang harusnya mereka bayar dengan murah, tetapi mereka harus membayarnya dengan harga yang sangat mahal.
Seperti air, listrik, bahan bakar minyak, kebutuhan pokok, dan sebagainya. Investasi asing juga memunculkan monopoli oligarki sehingga merekalah yang menentukan harga, menciptakan harga, rakyat dan negara bahkan tunduk pada kebijakan mereka.
Islam Mengatur Investasi
Dalam Islam, investasi boleh dilakukan dengan tiga syarat. Pertama, investasi asing tidak boleh masuk dalam pengelolaan sumber daya milik umum, masuk dalam kategori kebutuhan pokok rakyat, atau kebutuhan hidup orang banyak.
Kedua, investasi asing tidak boleh ada riba, baik dengan bunga atau kontrak-kontrak yang bertentangan dengan syariat. Ketiga, investasi asing tidak boleh menjadi sarana terciptanya penjajahan ekonomi juga terciptanya monopoli ekonomi.
Dengan demikian, adanya investasi asing hari ini tidak sesuai dengan sistem ekonomi Islam. Sudah saatnya beralih kepada sistem yang dibuat oleh Sang Pencipta manusia, Allah SWT. Sistem yang membawa rahmat bagi semua. Wallahua’lam bishowab..