Tentara Israel Menodai Kesucian Ramadan dengan Menyerang Kaum Muslim yang Beribadah di Masjidilaqsa

Senin 10 APRIL 2023

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Di tengah kesucian Ramadan, polisi Israel menyerang muslim Palestina yang tengah khusyuk iktikaf di kompleks Masjidilaqsa pada Rabu (5-4-2023). Akibat serangan ini, tujuh warga Palestina menderita luka. Polisi Israel mencegah petugas medis mencapai masjid.

Media mengabarkan bahwa seorang muslimah tua tengah duduk di kursi membaca Al-Qur’an, lalu tiba-tiba polisi Israel melempar granat kejut dan mengenai dadanya. Sang muslimah pun terluka. (Detik, 5/4/2023).

Mengutip Middle East Eye (4-4-2023), pasukan Israel secara brutal menyerang puluhan jemaah Palestina yang sedang beribadah Ramadan di dalam Masjidilqsa, Yerusalem Timur yang diduduki, pada Selasa malam (4-4-2023) dan memaksa mereka keluar.

Banyak petugas bersenjata berat menyerbu lokasi, menggunakan granat kejut dan menembakkan gas air mata ke ruang salat Qibli—bangunan dengan kubah perak—tempat ratusan pria, perempuan, orang tua, dan anak-anak berdiam di dalamnya untuk salat.

Beberapa saksi mata mengatakan peluru baja berlapis karet juga ditembakkan. Petugas Israel kemudian memukuli jemaah dengan pentungan dan senjata antihuru-hara, melukai banyak orang, sebelum menangkap mereka. Kondisi mereka tidak segera dijelaskan.

Video dari dalam masjid menunjukkan petugas Israel berulang kali memukul orang dengan pentungan sementara mereka tampak berbaring di lantai. Sementara itu, teriakan minta tolong dari perempuan dan anak-anak terdengar di latar belakang.

Merespons penyerangan oleh Israel ini, negara-negara Liga Arab menggelar rapat darurat pada Rabu (5-4-2023) usai Yordania menyerukan koordinasi dengan para pejabat Mesir dan Palestina.

Kementerian Luar Negeri Yordania menyatakan bahwa sedang berlangsung upaya di tingkat Arab untuk menghentikan pelanggaran Israel.

Negara-negara muslim seperti Arab Saudi, Qatar, dan Turki menyatakan mengutuk serangan Israel. Sedangkan Indonesia menyatakan mengecam insiden tersebut (Tempo, 6/4/2023).

Kejadian Berulang

Penodaan bulan suci Ramadan oleh Israel merupakan hal berulang selama ini. Sepanjang Ramadan tahun ini, Israel menyerang beberapa kali serangan. Pada 23 Maret, jatuh pada hari ke-1 Ramadan, pasukan Israel membunuh pria Palestina bernama Amir Abu Khadijeh (25) dalam serangan di Tepi Barat.

Pada Senin, 3 April, pasukan Israel menembakkan gas air mata dan menyerang warga Palestina di Kota Surif, barat laut Hebron (Sindonews, 5/4/2023).

Menyerang kaum muslim saat Ramadan sepertinya menjadi “tradisi” bagi Israel. Mereka tau bahwa Ramadan adalah bulan suci dan sengaja mengganggu ibadah muslim Palestina. Mereka sengaja meningkatkan eskalasi serangan pada bulan yang mulia ini. Israel jelas sengaja menyerang umat Islam saat Ramadan untuk menodai kemuliaan bulan ini.

Israel Penjajah

Peristiwa tersebut menunjukkan adanya penjajahan oleh Israel. Pertama, yang terjadi di Palestina adalah penjajahan. Kedua, untuk menguatkan dalil Israel adalah penjajah dapat dilihat dari peristiwa Perjanjian Sykes-Picot pada 1916 antara Inggris dan Prancis.

Inggris dan Prancis membagi peninggalan Khilafah Utsmaniyah/Ottoman di wilayah Arab. Pada perjanjian tersebut ditegaskan bahwa Prancis mendapat wilayah jajahan Suriah dan Lebanon, sedangkan Inggris memperoleh wilayah jajahan Irak dan Yordania.

Sementara itu, Palestina dijadikan status wilayahnya sebagai wilayah internasional. Kemudian peristiwa sejarah Deklarasi Balfour pada 1917 yang menjanjikan sebuah negara Yahudi di tanah Palestina.

Ketiga, berdasarkan Putusan (Resolusi) 1514 (XV) dalam sidang umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pada 14 Desember 1960, dengan nama “Pernyataan Mengenai Kewajiban Pemberian Kemerdekaan Kepada Negeri-Negeri dan Bangsa-Bangsa terjajah (Decleration surl’octroi de l’indépenden aux pays et peuple coloniaux).”

Kedudukan hukum dari resolusi ini sudah ditetapkan oleh Mahkamah Internasional (International Court of Justice) dalam keputusannya pada 21 Juni 1971 yang mengatakan bahwa “Dasar hak penentuan nasib diri-sendiri untuk segala bangsa yang terjajah dan cara-cara untuk mengakhiri dengan secepat-cepatnya segala macam bentuk penjajahan, sudah ditegaskan dalam Resolusi 1514 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB”.

Membebaskan Palestina 

Israel akan terus melakukan serangan sampai seluruh Palestina mereka kuasai. Hal ini akan memantik kemarahan umat Islam di seluruh dunia, kemarahan yang memuncak itu akan membebaskan Palestina.

Untuk membebaskan Palestina, umat Islam punya segalanya, mulai dari militer, dana, teknologi, dan sumber daya lainnya. Umat Islam hanya butuh satu negara raksasa, yaitu Negara Islam yang akan menyatukan umat Islam beserta segala potensi yang ada pada diri mereka.

Lalu akan menggerakkan semua potensi umat untuk membebaskan Palestina. Negeri-negeri muslim ibarat gelang yang mengelilingi Palestina.

Hanya butuh sehari, bahkan beberapa jam bagi negeri-negeri muslim untuk mengalahkan Israel, jika mereka bersatu dalam wadah Negara Islam.

Tetapi, tanpa Negara Islam, umat Islam seperti dirantai sehingga tidak bisa bangkit dan membebaskan negeri-negeri muslim yang terjajah. Sebaliknya, ketika Negara Islam tegak, Palestina akan menjadi wilayah pertama yang akan dibebaskan.

Menghentikan serangan Israel bukanlah dengan perundingan dan kesepakatan perdamaian, tetapi dengan menyadarkan muslim zaman ini, yaitu Negara Islam yang akan mengobarkan perang melawan Israel dan negara-negara pendukungnya.

Negara Islam akan memenuhi perintah Allah Taala, “Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.” (QS Al-Anfal: 60).

Solusi Islam

Islam memberikan tuntunan yang sangat jelas untuk menyikapi agresor dan penjajah Israel yang memerangi kaum muslim. Sikap itu bukan dengan sekadar mengutuk Israel dan memberikan bantuan, termasuk dana, kepada warga Palestina yang menjadi korban.

Memberikan bantuan dan menolong para warga Palestina yang menjadi korban juga merupakan perkara yang baik dan diperintahkan oleh syariat. Tetapi, semua itu tidak cukup untuk menghentikan dan melenyapkan kejahatan itu dan melindungi kaum muslim secara sempurna.

Sikap yang semestinya adalah memerangi siapa pun yang memerangi kaum muslim. Allah SWT. memerintahkan,

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا “Perangilah oleh kalian di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas.” (QS Al-Baqarah [2]: 190).

Allah Swt. juga memerintahkan untuk mengusir mereka yang mengusir kaum muslim,

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ

“Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (QS Al-Baqarah [2]: 191).

Allah SWT, memerintahkan agar kaum muslim mengambil kembali tanah atau wilayah yang semula milik mereka, yang dirampas oleh musuh. Allah SWT. memerintahkan agar kaum muslim mengusirnya.

Maka, tanah atau wilayah yang dirampas oleh musuh benar-benar kembali ke kaum muslim dan tetap milik mereka. Itulah sikap dan balasan yang seharusnya diwujudkan oleh kaum muslim terhadap agresor dan perampasan tanah kaum muslim.

Semua itu menjadi kewajiban kaum muslim, bukan penduduk Palestina saja. Allah SWT berfirman,

وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ

"Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan.” (QS Al-Anfal [8]: 72).

Mengutuk kejahatan Israel adalah suatu keharusan. Begitu juga memberikan bantuan dana dan lainnya juga harus. Tetapi, untuk menghentikan kejahatan Israel secara total harus dengan jihad fi sabilillah.

Kaum muslim wajib memerangi musuh (Israel). Kaum muslim pun wajib mengusir musuh (Israel). Inilah solusi yang disyariatkan oleh Allah SWT..

Ini tidak mungkin lahir dari para pemimpin dan penguasa yang tidak mengkhidmatkan diri untuk Islam dan kaum muslim. Karena, sekat kebangsaan dan nasionalisme telah menghalangi aksi solidaritas yang sebenarnya.

Solusi yang dibutuhkan oleh kaum muslim, untuk menyelesaikan persoalan Israel adalah seperti pemimpin Islam yang mengerahkan tentara untuk memenuhi permintaan tolong seorang muslimah yang dianiaya oleh tentara Romawi.

Tindakan tersebut berujung penaklukan Kota Amuriah (dekat Ankara), salah satu kota besar Romawi. Yang dibutuhkan saat ini adalah kekuasaan dan negara yang sedari awal dibangun di atas dasar akidah Islam, dikhidmatkan untuk menerapkan syariat, dan melindungi Islam dan kaum muslim.

Yang dibutuhkan kaum muslim saat ini adalah adanya pemimpin kaum muslim dengan Sistem Islam. Selain untuk menunaikan kewajiban syariat, adanya Sistem Islam juga untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi kaum muslim.

Kondisi Palestina hari ini, umat Islam tidak boleh diam. Tugas kita adalah menegakkan Islam yang akan mengalahkan Israel dan sekutunya. Inilah satu-satunya cara efektif membungkam Israel. Wallahualam bissawab