SMK Menghasilkan Buruh Terampil, Produk Pendidikan Kapitalistik

Senin 13 MARET 2023

Oleh: Desy Arisanti, S.Si

(Pemerhati Masalah Sosial)

Semua orang pasti kenal SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Dari namanya, sekolah ini berbeda dengan SMA. SMK merupakan sekolah peminatan sesuai jurusan yang ada.

Sekolah ini dibentuk pemerintah dalam rangka menghasilkan para lulusan yang terampil, memiliki skill dan profesional.

Karena sekolah ini dirancang untuk mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja. Di SMK, banyak pilihan jurusan yang dapat dipilih oleh para peserta didik sesuai minat dan bakatnya.

Jika berminat di bidang teknologi, di SMK ada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Desain Komunikasi Visual dan lain sebagainya. Bila berminat di bidang permesinan, SMK memiliki jurusan otomotif, mesin industri dan sebagainya.

Keahlian kejuruan ini yang akan menjadi skill bagi para lulusan. Dan keahlian inilah yang akan diujikan di akhir kelulusan. Ujian ini disebut Ujian Kompetensi Keahlian (UKK).

Saat ini UKK bisa diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Lembaga ini berada di bawah BNSP yang mengontrol kualitas sekolah kejuruan. Tidak hanya ijazah yang didapatkan, para lulusan pun akan memiliki sertifikat profesi yang cukup bergengsi.

Sertifikat ini bukan sembarang sertifikat. Sertifikat berlambang garuda ini menjadi bukti yang kuat atas mutu kompetensi para lulusan.

Sertifikat ini mampu meyakinkan dunia kerja atas kemampuan yang dimiliki para lulusan SMK sehingga mereka mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan, sertifikat ini menjadi syarat untuk bisa bekerja di IKN.

Maka wajar setiap SMK akan memburu sertifikat ini, agar siswa-siswa mereka memiliki pegangan kuat sebagai penjamin mutu profesi mereka. Sekilas melihat keberadaan SMK ini sangatlah prospek.

Betapa tidak, setiap lulusannya dijamin mudah mendapatkan pekerjaan. Terlebih, setelah adanya sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh LSP. Semakin menguatkan dan meyakinkan dunia kerja bahwa para lulusan memiliki mutu keahlian yang tidak diragukan lagi.

SMK memang dirancang pemerintah agar mampu menghasilkan SDM yang terampil. Mereka disiapkan untuk kebutuhan industri yaitu sebagai pekerja atau buruh.

Tentu gaji mereka murah karena lulusan setingkat SMA. Untuk sebagian masyarakat yang ekonominya pas-pasan bahkan kurang, digaji berapapun mereka mau, yang penting bisa bekerja.

Tidak dapat dipungkiri bahwa yang menjadi harapan orang tua ketika anak-anaknya lulus sekolah adalah mendapatkan pekerjaan. Persoalan gaji adalah nomor dua.

Karena mau melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi (perguruan tinggi) saat ini, biayanya cukup mahal. Hanya orang-orang berduit saja yang bisa melakukannya.

Hal ini tidak lepas dari kehidupan sekuler kapitalisme saat ini. Sistem hidup yang menjauhkan agama dari kehidupan ini, mengajarkan bahwa hidup adalah untuk mencari materi dan kesenangan yang bersifat duniawi.

Jadi hidup adalah untuk bekerja dan mengumpulkan harta. Adapun jika dikaitkan dengan pengurusan negara terhadap rakyatnya, negara yang berbasis sekuler kapitalisme ini telah gagal menyejahterakan rakyatnya.

Terbukti bahwa masyarakat miskin tiap tahun bertambah. Maka, masyarakat harus bekerja agar mereka bisa bertahan hidup di tengah buruknya pelayanan negara terhadap mereka. Inilah arah pendidikan vokasi yang dicanangkan pemerintah juga berasaskan sekuler kapitalisme.

Sebatas menghasilkan lulusan atau tenaga kerja ahli yang siap kerja. Namun, nihil perhatian terhadap kualitas pemikiran dan sikap atau moral lulusan. Banyak kita temukan fakta rusaknya generasi baik yang masih mengenyam pendidikan maupun lulusannya.

Ada yang terjerat narkoba, pergaulan bebas, penganiayaan, perampokan, hingga pembunuhan. Ini menjadi bukti bahwa sekolah atau pendidikan bukan semata-mata untuk mencetak generasi siap kerja.

Untuk apa memiliki keahlian bekerja tapi berakhlak buruk. Hal ini semakin menguatkan dan menjadi bukti bahwa sistem pendidikan yang berlandaskan sekuler kapitalisme telah gagal mewujudkan generasi beriman dan berakhlak luhur yang kelak menjadi generasi penerus perjuangan bangsa dan negara.

Pendidikan Islam Mencetak Generasi Gemilang

 Islam bukan sekedar agama ritual. Islam adalah juga sistem kehidupan. Islam sebagai suatu sistem kehidupan memiliki aturan yang lengkap dan komprehensif. Termasuk perkara pendidikan. Pendidikan dalam Islam adalah hal yang sangat penting.

Perkara yang menjadi hal mendasar yang harus didapatkan oleh seluruh rakyat. Maka, negara dalam Islam menjamin pemenuhan kebutuhan pendidikan rakyatnya dengan pelayanan terbaik hingga tidak berbayar. Sebagaimana dalam suatu hadits, nabi bersabda: _"Imam/Khalifah adalah pengurus dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang diurusnya."_ (HR. Muslim dan Ahmad)

Adapun pendidikan dalam Islam bertujuan untuk membentuk kepribadian Islam yang luhur, menguasai tsaqofah Islam dan memiliki skill atau ilmu juga pengetahuan yang dibutuhkan dalam kehidupan. Semuanya terintegrasi menjadi satu.

Moral/akhlak yang merupakan bagian dari kepribadian Islam dengan skill mengarungi kehidupan. Sehingga pendidikan berasaskan Islam akan menghasilkan generasi yang memiliki akhlak yang luhur dengan skill kehidupan yang terampil.

Dengan sistem pendidikan Islam ini maka akan dihasilkan SDM yang berkualitas. Bukan hanya akhlaknya tapi juga kemampuannya.

Akan dihasilkan para ulama, peneliti, teknokrat juga para ilmuwan. Oleh karena itu, negara (khilafah) akan bertanggung jawab penuh dalam mendanai dan memfasilitasi pendidikan agar dihasilkan generasi terbaik yang akan mewujudkan dan melanjutkan peradaban gemilang.

Hanya dengan sistem pendidikan Islam, akan dihasilkan generasi terbaik untuk kejayaan Islam. Wallahu a'lam bishshowab