Jelang Ramadhan Harga Sembako Melejit, Rakyat menjerit

Sabtu 11 MARET 2023

Oleh : Bunda Kiki

Kenaikan harga bahan pokok kerap menjadi isu yang perlu diantisipasi menjelang hari besar keagamaan, salah satunya Bulan Suci Ramadan tahun 2023. Kenaikan harga ini dapat terjadi diantaranya karena adanya peningkatan permintaan di masyarakat.

Oleh karena itu, Wapres mengimbau agar hal ini dapat diantisipasi dengan baik sehingga harga yang beredar di pasaran nantinya tidak membebani masyarakat.

“Biasanya memang menjelang Ramadan itu suka ada [harga bahan pokok] yang naik, tetapi jangan sampai naiknya itu melampaui kewajaran. Fenomena di bulan Ramadan seperti itu,” imbuh Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam keterangan persnya di Alila Hotel Solo, Jl. Slamet Riyadi No. 562, Jajar, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (01/03/2023).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi untuk mengatasi kenaikan harga akibat kelangkaan barang di pasar.

“Pemerintah sudah mengantisipasi melalui upaya-upaya penanggulangan inflasi, supaya di daerah itu tidak terjadi kenaikan harga karena kelangkaan,” papar Wapres.

Negara seharusnya melakukan upaya antisipasi agar tdk ada gejolak harga dan rakyat mudah mendapatkan kebutuhannya. Di sisi lain, ada pihak yang bermain curang dengan menimbun atau memonopoli perdagangan barang tertentu sebagaimana dikutip dari KP/NS/AS – BPMI Setwapres.

Fenomena yang terus terjadi ini sejatinya menunjukkan kegagalan negara dalam menjaga stabilitas harga dan menyediakan pasokan yg cukup sesuai kebutuhan rakyat.

Islam memiliki mekanisme yang ampuh yang mampu menjaga gejolak harga sehingga harga tetap stabil dan rakyat mampu mendapatkannya.

Selain itu Islam juga melarang berbagai praktek curang dan tamak seperti menimbun atau memonopoli komoditas sehingga mendapatkan keuntungan yang besar.

Tanggung jawab negara sebagai pengatur urusan rakyat akan membuat rakyat hidup sejahtera dan tenang serta nyaman.

Kekhawatiran akan tingginya biaya hidup, ketakutan akan keterbatasan, dan kerisauan dalam hati, terkadang muncul di hati manusia.

Tentu saja hal tersebut merupakan perkara yang lumrah, bahkan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sekalipun. Saat terjadi lonjakan harga di pasaran, para sahabat merasa berat dan mengadukannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah, harga-harga menjadi mahal. Tetapkanlah harga untuk kami?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah yang pantas menaikkan dan menurunkan harga, Dia-lah yang membatasi dan melapangkan rezeki. Aku harap dapat berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kalian yang menuntutku soal kezaliman dalam darah (nyawa) dan harta.” (HR. Abu Dawud no. 3451, Tirmidzi no. 1314, Ibnu Majah no. 2200 dan Ahmad no. 14057).

Melambungnya harga-harga di pasaran merupakan salah satu bobrok nya kepemimpinan sistim kapitalis saat ini, perkara penting yang harus diperhatikan oleh setiap kaum muslimin, terlebih lagi pada zaman sekarang, di mana hal tersebut sangat mempengaruhi kehidupan kebanyakan manusia.

Tingginya harga-harga di pasaran seringkali akan meningkatkan angka kriminalitas dan kemiskinan pada sebuah masyarakat. Karenanya untuk menyelesaikan problem ini dibutuhkan solusi yang cerdas lagi tepat untuk menyelesaikannya.

Islam adalah agama yang sempurna

Islam yang sempurna ini telah Allah tetapkan sebagai syariat yang mencakup setiap aspek kehidupan manusia. Tidaklah ada sebuah permasalahan yang tak bisa diselesaikan, kecuali agama Islam yg telah memberikan jawaban melalui tegak nya khilafah sesuai dengan metode kenabian yg sesuai dengan Al-Qur’an maupun hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Allah Ta’ala berfirman : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Merupakan kewajiban bagi setiap mukmin untuk mengembalikan seluruh permasalahannya kepada syariat Islam yang mulia ini, tak terkecuali saat menghadapi situasi naiknya harga bahan pokok Untuk menghilangkan kekhawatiran yang ada dan menyelesaikannya permasalahan ini, kita perlu kembali melihat beberapa firman Allah Ta’ala serta sabda Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, mempelajari kembali solusi-solusi yang ditawarkan oleh syariat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda : “Wahai kaum Muhajirin, ada lima perkara yang akan datangkan bencana berat, aku meminta perlindungan kepada Allah semoga tidak menimpa kalian. (Pertama), tidaklah maksiat dan zina menjamur di tengah suatu kaum melainkan mereka akan ditimpa penyakit thaun dan kelaparan mematikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Kedua), tidaklah mereka curang dalam takaran dan timbangan dagang, melainkan akan ditimpa kemarau dan paceklik berkepanjangan hingga hidup mereka menderita serta mereka dipimpin penguasa yang zalim. (Ketiga), tidaklah mereka enggan membayar zakat harta mereka, melainkan langit akan berhenti meneteskan air (hujan) untuk mereka.

Jikalau bukan karena hewan-hewan ternak, niscaya mereka tidak akan diberikan hujan. (Keempat), tidaklah mereka meninggalkan agama Allah Ta’ala dan rasul-Nya, melainkan mereka akan dikuasai oleh musuh-musuh mereka.

Kekuasaan dan kenikmatan mereka dirampas oleh musuh-musuh mereka. Dan (kelima), tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Dia akan menjadikan rasa takut di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 4019, Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath no. 4671 dan Al-Hakim no. 8623)

Dalam Sistem ekonomi kapitalis tentu syariat islam tidak dpt diterapkan, syariat islam hanya bisa diterapkan pada sistem perekonomian islam dalam naungan khilafah. Wallahu a’lam bisshowaab.