Kamis, 2 MARET 2023
Oleh : Riska Nilmalasari D.A, S.Pd
Isra Mi’raj adalah peristiwa yang teramat penting dalam sejarah kenabian Rasulullah SAW, disinilah penetapan sholat lima waktu dan perjalanan tercepat dimuka bumi sepanjang sejarah dunia.
Dimasa kenabian Rasulullah perjalanan Isra Mi’raj adalah peristiwa yang sulit di terima oleh nalar pada masa itu. Kepercayaan masyarakat Madinah hampir saja terkikis dengan kisah yang tidak semua bisa dibuktikan.
Bagaimana tidak perjalanan sehari semalam dari Madinah ke Masjidil Aqsa lalu melalui 7 lapis langit hingga perjalan surga dan neraka, kemudian Rasulullah Kembali pada bilik kamarnya sebelum kumandang adzan subuh.
Namun para sahabat Rasulullah yang tanpa keraguan meyakini kisah hijrah beliau dialah salahsatunya sang sahabat termulia Abu Bakar RA, dimana kisah ini hampir diragukan oleh kaum kafir.
Isra Mi’raj bukan hanya tentang perjalanan jauh yang singkat tapi tentang ketaatan seorang hamba yang bertakwa terhadap keyakinan dalil yang berasal dari Allah Swt dan Rasulnya yang memberikan pesan bagi umat islam untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dan Rasulnya tanpa ragu sedikitpun.
Begitulah sebuah keimanan yang seharusnya dengan sebaik-baiknya takwa keinginan dalam ketakwaan tentu harusnya tergambar setiap tindak dan tanduk perilaku seorang muslim yang memberikan dampak bukan hanya untuk dirinya tapi bagi orang lain.
Isra mi’raj juga peristiwa penetapan rakat sholat 5 waktu yang menjadi kewajiban umat islam. Dimana sholat adalah tiang agama bahkan salah satu amalan yang akan dihisab pertama kali ketika di yaumul misan.
Selain peristiwa penetapan rakaat sholat peristiwa perjalanan Rasulullah melewati surga dan neraka serta menjelaskan berbagai kejadian yang ada di dalamnya juga termasuk perjalan isra mi’raj yang mengandung makna pengingat bagi umat manusia.
Sehingga dibalik momentum isra mi’raj terkandung hikmah yang dapat dipetik dari berbagai peristiwa yang terjadi diantaranya yaitu: Ketaatan dan sandaran yang paling utama hanya kepada Allah SWT, dimana isra mi’raj adalah bentuk menghibur Rasulullah ketika dimasa sulit beliau terutama sepeninggal istri tercinta Siti Khadijah RA oleh Allah SWT, yang menjadi pertanda untuk senantiasa menyandarkan segala bentuk pengharapan hanya kepadanya.
Islam harusnya menjadi pedoman ditengah arus berbagai tantangan teknologi terkhusus untuk perkembangan para remaja yang kelak akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang.
Menjaga hubungan antara sesama manusia, hubungan Rasulullah SAW dan para sahabat bisa jadi contoh bagaimana terbangunnya kepercayaan dan akhlak yang berlandaskan keimanan kepada Allah Swt. Perlunya meningkatkan amal ibadah yang sesuai dengan Rasulullah SAW ajarkan utamanya perintah sholat lima waktu.
Mempersiapkan generasi tangguh yang beriman dan bertakwa ditengah arus globalisasi dan era zaman degradasi moral dan ketaatan, layaknya masyrakat Madinah. Senantiasa saling mengingatkan dan mengokohkan nasihat diantara sesama umat manusia.
Dapat diambil dari perjalanan ketika Rasulullah Saw berada di surga dengan penuh kenikmatan dan itu bagi orang-orang yang beriman, dan siksaan neraka bagi orang-orang yang ingkar terhadap perintah Allah SWT.
Isra Mi’raj momentum yang teramat kaya dengan berbagai hikmah perjalanan Rasulullah SAW, ditengah ketidak mungkinan dan keraguan kaum kafir Qurais, tidak menggentarkan keimanan sahabat Rasulullah dan kaum mukminin pada masa itu.
Harusnya menjadi pelajaran bagi umat islam saat ini untuk senantiasa mengamalkan dan meresapi berbagai hikmah peristiwa isra mi’raj yang tentu menjadi momentum yang membentuk ketaatan kepada Allah Swt dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW semata. Wallahu’alam bishowab…