Senin, 13 PEBRUARI 2022
Irmawati
(Aktivis Dakwah Kampus)
Dilansir pada tvonenews.com public kembali dikejutkan terkait kasus pelecehan yang terjadi di Jambi. Wanita pemilik rental PS di Jambi lecehkan 11 anak laki-laki dan perempuan.
Aksi pencabulan tersebut pelaku melakukan dengan cara anak-anak dirayu untuk melihat pelaku berhubungan intim hingga diajak nonton film dewasa.
Saat akan melancarkan aksi pelecehan seksual, pelaku menutup rental secara tiba-tiba dan meminta korban yang masih dibawah umur untuk menyentuh bagian tubuhnya.
Sedangkan korban wanita diminta untuk menonton film dewasa yang sudah disiapkan pelaku dan meminta untuk melihat adegan ranjangnya bersama suami dengan mengintip di jendela.
Hal tersebut dilakukan tanpa pengetahuan suami. Kekerasan seksual ini telah berulang kali terjadi namun hanya diketahui setelah ayah dari salah satu korban melapor ke polda jambi. Kasus ini terungkap ketika pelaku melapor ke polisi.
Mirisnya, pelaku mengaku dirinya mengalami pelecehan seksual oleh anak-anak. Kasus pelecehan ini menunjukan bahwa wanita telah kehilangan fitrah keibuan.
Realitasnya adalah perempuan yang selama ini dianggap sebagai korban, ternyata bisa menjadi pelaku, bahkan dalam perbuatan yang sangat keji menyasar anak-anak sebagai korban. Fenomena hilangnya fitrah keibuan seoranng wanita saat ini merupakan buah dari penerapan sekulerisme kapitalisme.
Agama hanya sebagai ibadah ritual semata, sedangkan pada aspek kehidupan agama tidak dijadikan sebagai pengatur.
Padahal ketika agama tidak dijadikan pegangan, justru akan menyisakan kebuntuan saat masalah melanda atau hanya mendatangkan kesengsaraan dan penderitaan bagi orang-orang yang lemah hingga kehilangan akal, serta menyebabkan manusia yang fitrahnya lemah semakin terpuruk.
Sifatnya tanpa ada solusi komprehensif dan selalu bertindak responsif mengikuti nalurinya. Sehingga menjadi bahaya besar akan terjadi jika sistem kapitalistik sekularisme terus dipertahankan sebagai asas di negeri ini.
Padahal, Islam sebagai ajaran sempurna yang dengan aturannya mampu menyelesaikan berbagai problematika kehidupan yang terjadi Islam tak hanya mengatur urusan agama melainkan Allah turunkan sebagai pengatur dalam segala aspek kehidupan.
Wanita dalam Islam dipandang mulia dengan memberikan fitrah menjadi seorang ibu merupakan sebuah kehormatan tertinggi.
Penjagaan Islam terhadap wanita secara keseluruhan tidak hanya berupa hukum pakaian, wali, mahram, waris, melainkan segala hukum yang berkaitan dengan fungsi ibu sebagai pengatur rumah tangga dan pengasuhan anak, itulah yang membuat wanita berharga dan terhormat.
Wanita akan mencapai sukses dunia dan akhirat Jika dilakukan dengan baik dengan rasa takut kepada Allah SWT, dan berharap ridha-Nya, karena kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Namun, semua itu dapat terwujud dalam sistem saat ini yang sangat rusak melainkan hanya dapat dijalankan jika diterapkan Islam secara kaffah dalam naungan Daulah Khilafah Islamiah. Sistem yang menjadikan negara sebagai pelindung, pengayom, dan pengatur urusan umat.
Dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat meliputi sandang,pangan dan papan,kesehatan, pendidikan,keadilan serta lapangan pekerjaan negara memiliki tanggu jawab penuh.
Selain itu, pemimpin dalam Islam juga memiliki tanggung jawab berlandaskan keimanan dan ketakwaan hanya kepada Allah SWT.
Karena dalam Islam manusia diajarkan agar menjadi pemimpin yang baik, adil, jujur, amanah, dan bijaksana. Karena, kepemimpinannya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Wallahu a’lam bishshawab.