Jumat, 10 PEBRUARI 2023
Oleh : Nor Hamidah
(Pemerhati Sosial)
Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebanyak 1.645 anak mengidap diabetes mellitus. Paling banyak menyerang anak usia 10-14 tahun.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Muhammad Faizi mengatakan bahwa Diabetes mellitus merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam waktu yang kronis.
Dr.Muhammad Faizi juga mengatakan, prevalensi kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat pada Januari 2023. kasus diabetes pada anak terbanyak ada di Jakarta dan Surabaya dan lebih banyak ditemukan pada anak perempuan (59,3 persen) dibanding laki-laki. Serta anak balita juga ada yang usianya 4 tahun terkena diabetes.
Data itu menggambarkan situasi yang sangat mengkhawatirkan, bahwa anak-anak telah mengadopsi pola hidup yang tidak sehat, salah satunya akibat konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi.
Makanan dan minuman manis yang mudah dijangkau, sementara kebijakan pemerintah sejauh ini dianggap belum cukup melindungi, dan lebih banyak menggantungkan pembatasan konsumsi gula pada keputusan masyarakat sendiri berdasarkan informasi kandungan gula yang tertera pada label makanan dan minuman.
Sementara itu, Olivia Herlinda mengatakan pemerintah sendiri dalam program gizinya juga terlihat bergantung pada produk olahan yang mengandung gula.
Pola makanan ini sangat erat kaitannya, karena kalau anak-anak kita diberi makanan yang tinggi berupa snack-snack junk food itu, gula darah mereka cepat naik kemudian turun drastis, jelas Pipin dalam kesempatan yang sama, insulin akan terus menerus tinggi kadarnya dalam darah dan kemudian pankreasnya bekerjanya terlalu over.
Anak-anak dengan diabetes tipe 1 pun jika terus menerus mengkonsumsi junk food akan mengalami gula darah fluktuatif. Keserakahan manusia juga mengakibatkan industri makanan abai terhadap syarat kesehatan demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Negara juga abai dalam mewujudkan keamanan pangan bagi rakyatnya. Tingginya kemiskinan juga makin menambah besarnya kesalahan dalam pola makan.
Akibat susah nya hidup membuat para pedagang menggunakan bahan yang murah meski berbahaya yang penting bisa dapat untung sebanyak-banyaknya, dan pembeli pun bisa beli dengan harga terjangkau yang penting bisa menahan lapar dan dahaga tanpa memikirkan bahwa makanan tersebut berbahaya.
Begitulah dalam sistem Kapitalis sekulerisme negara abai dalam melaksanakan kewajibannya dalam penjagaan kesehatan masyarakat. Sebagaimana yang terjadi saat ini aturan Islam tidak diterapkan dalam kehidupan kita.
Karena sesungguhnya kewajiban utama dalam menjaga kesehatan individu, keluarga dan masyarakat ada pada pundak negara.
Berbeda dengan sistem Islam, negara sangat memperhatikan rakyatnya dalam keamanan pangan yang dikonsumsi serta kesehatan, karena makanan sebagai sumber energi untuk manusia, maka negara memastikan rakyatnya mengkonsumsi makanan yang bergizi serta halal dan toyyib.
Seperti firman Allah SWT : “Wahai manusia! Makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat dibumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh ,setan itu musuh yang nyata bagi mu”(TQS Al-Baqarah : 168).
Hal ini menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan karena makanan merupakan penentu sehat tidaknya seseorang, makanan yang baik akan menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit, sebaliknya makanan dan minuman yang haram akan menjadikan hati manusia keras dan buta.
Dalam Islam pun pengelolaan lingkungan juga diperhatikan, agar kondisi kesehatan lingkungan selalu terjaga keseimbangannya, pemanfaatan lingkungan meliputi tanah, air dan udara haruslah seimbang agar tidak menyebabkan kerusakan lingkungan, lingkungan yang sehat dan bersih akan menghindarkan diri dari segala macam penyakit dan keburukan.
Demikian Islam telah mengatur dengan sangat rinci bagaimana negara memiliki peran sangat penting dalam menjamin kesehatan masyarakat. Sebuah sistem yang sempurna yang akan senantiasa membawa keberkahan bagi umat manusia.
Sudah saat nya kita berjuang untuk melepaskan diri dari jerat sistem yang rusak ini dan menggantinya dengan sistem Islam yang membawa rahmat dan keberkahan bagi seluruh alam. Wallahu a’alam bi ash-shawwab.