Sabtu, 21 JANUARI 2023
Oleh : Andi Nurfadillah Basri
(Aktivis Muslimah)
Media sosial Tiktok kerapkali dipenuhi dengan berbagai macam tren di setiap waktu, bahkan tren yang tidak masuk akal pun akan menjadi viral.
Banyak pengguna platform ini yang memanfaatkan fitur LIVE sambil berendam di kubangan lumpur ataupun air keruh berharap menerima gift (hadiah) dari penonton.
Sebagaimana diketahui bahwa gift tersebut dapat ditukar dengan uang.
Tidak sampai di sana, ada hal yang begitu miris tatkala beberapa akun live mandi air keruh ini melibatkan para lansia berharap untuk mengais iba agar warganet memberi gift.
Dikutip dari suara.com salah satu akun live mandi air keruh yang kerap melibatkan orang tua adalah TM Mud Bath.
Sungguh miris keadaan masyarakat, mereka berlomba-lomba untuk membuat konten demi mendapat uang sekalipun itu menjatuhkan martabat dirinya.
Tidak peduli apakah konten tersebut membahayakan dirinya dan orang lain, yang penting bisa menarik perhatian warganet. Pelaku yang melakukan aksi ini sebagian merupakan orang yang hidup di bawah bayang-bayang kemiskinan, mereka ingin menghidupi dirinya namun dengan jalan yang instan.
Miris, kemiskinan mulai dieksploitasi melalui wadah media sosial. Yang dulunya mengemis itu dilakukan secara langsung kepada orang yang berada di hadapannya, kini berubah mengemis secara online.
Semua dilakukan demi uang, uang, dan uang. Inilah ciri kehidupan sekuler kapitalisme yang diterapkan atas kita hari ini. Kapitalisme yang menjunjung tinggi nilai materi menjadikan masyarakatnya hanya sibuk mengumpulkan materi sebab materi dianggap sumber kebahagiaan.
Mereka hampir kehilangan nalar sehat demi mengejar uang dan popularitas, mereka rela mandi lumpur yang menjijikkan dan konten konyol lainnya.
Masyarakat kapitalis tidak peduli apakah kontennya itu menjatuhkan harga diri, yang terpenting bagaimana agar bisa menarik perhatian penonton. Sebab hari ini, hal konyol mendapat banyak sorotan dari pada konten yang beredukasi.
Maka jangan heran ketika di media sosial ataupun televisi tidak lagi menampilkan tayangan yang mengedukasi namun didominasi oleh tayangan receh.
Jika konten itu sudah menarik perhatian, maka kemungkinan mendapat cuan lebih besar. Hal tersebut diperparah dengan kurang perhatiannya negara dalam mengurusi rakyatnya.
Negara semakin berlepas tangan terhadap kebutuhan rakyat menjadikan rakyat harus banting tulang sendiri. Belum lagi harga bahan pokok, masyarakat harus mencari cara mendapatkan uang dengan cepat.
Ahirnya mereka menempuh cara instan seperti live mandi air keruh yang cukup menjanjikan. Kelakuan masyarakat ini tidak terlepas dari ketidakmampuan pemerintahan kapitalis dalam menjamin kebutuhan rakyatnya.
Pemerintah kapitalis tidak telaten dalam membuka lapangan pekerjaan, di sisi lain mereka begitu ramah pada pihak asing yang ingin investasi di negeri ini yang tentunya akan membawa keuntungan bagi pemerintah.
Alhasil kemiskinan pun menjadi konsekuensi dari kurangnya lapangan pekerjaan. Ide kebebasan kepemilikan dari sistem kapitalis juga turut memberi sumbangsih terhadap kemiskinan.
Dalam sistem kapitalis, siapapun bebas untuk menguasai kekayaan negara berupa sumber daya alam selama memiliki modal besar.
Jika sumber daya diambil alih oleh mereka, maka prinsip untung rugi tidak bisa dihindari, padahal regulasi negeri ini mengamanatkan SDA itu untuk kesejahteraan rakyat.
Akibatnya, rakyat dipaksa membeli haknya sendiri dengan mahal.
Maka betul lah perkataan orang-orang bahwa kemiskinan saat ini bukan karena rakyat yang malas bekerja, melainkan terjadi secara struktural diakibatkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan kesempatan yang memungkinan si miskin dapat bekerja dan penyerahan tata kelola SDA kepada segelintir orang.
Kita telah melihat bagaimana sistem ini mengurus rakyat, bahkan menjadi akar masalah dari persoalan kemiskinan negeri ini. Sudah pantas kita berhenti menaruh kepercayaan padanya dan mencari alternatif sistem lain.
Kita membutuhkan sistem kehidupan yang berasal dari selain manusia sebab kita sudah merasakan betapa jahatnya sistem buatan manusia. Satu-satunya sistem yang mampu menyejahterakan manusia ialah Islam.
Sistem yang berasal dari Sang Pencipta Allah swt. dengan sekumpulan aturan sebagai pemecah masalah, termasuk mampu mengentaskan kemiskinan. Berikut beberapa cara Islam dalam mengatasi kemiskinan: Pertama, pengaturan dan pengelolaan kepemilikan.
Islam telah mengatur masalah kepemilikan yang terbagi atas kepemilikan individu, negara, dan umum. Ketiganya memiliki porsi masing-masing dalam menuai penghasilan. Individu akan didorong untuk bekerja melalui pembukaan lapangan kerja oleh negara sehingga hasil yang didapat merupakan harta bendanya.
Kepemilikan negara mencakup pemasukan dari fa’i, kharaj, dan sebagainya untuk membantu administrasi negara, serta kepemilikan umum yang merupakan hak milik rakyat yang depositnya melimpah Hasil dari kepemilikan umum ini akan dialokasikan kembali kepada rakyat dalam berbagai bentuk.
Haram bagi individu menguasai kepemilikan umum. Kedua, distribusi kekayaan yang adil di masyarakat. Islam telah mewajibkan negara untuk mendistribusikan harta kepada rakyat yang membutuhkan. Ketiga, jaminan kebutuhan dari negara.
Negara wajib menjamin kebutuhan rakyat yakni pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Cara Islam dalam mengentaskan kemiskinan diatasi dari akar.
Namun, cara tersebut tidak akan sempurna terlaksana jika kehidupan masih ditopang oleh negara kapitalis. Dibutuhkan kepemimpinan yang akan menerapkan secara sempurna cara tersebut dan syariat islam lainnya.
Negara itu bernama Khilafah Islamiyah yang sudah pernah diterapkan oleh Rasulullah di Madinah dan diikuti oleh para sahabat. Terbukti selama 13 abad khilafah pernah memimpin kaum muslim dengan penuh kesejahteraan. Wallahu 'alam