Badai PHK

Sabtu, 24 DESEMBER 2022

Oleh :Yanti Ummu hazik

Di akhir tahun 2022 PHK massal mengintai, banyak perusahaan yang masih melakukan PHK besar-besaran. Di lansir MMC induk shoope dikabarkan melakukan PHK terhadap 7000 ribu karyawannya atau sekitar 10 persen dari jumlah tenaga kerjanya dalam enam bulan terakhir.

Di kabar kan pemangkasan karyawan tersebut di lakukan karena perusahaan telah berupaya untuk menahan kerugian dan menarik kembali  perhatian investor.

Selain shoope banyak perusahaan lain yang serupa yang melakukan PHK massal, dan ada beberapa perusahaan yang bukan hanya mengalami penurunan tetapi justru mengalami kebangkrutan. 

Di Indonesia sendiri peningkatan pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 5℅ , sejak pra pandemi. Namun pertumbuhan ekonomi ini tidak mampu menciptakan tenaga kerja, PHK massal marak terjadi di tengah perbaikan ekonomi. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Indonesia per Agustus 2022 mencapai 84,2 juta. 

Bukan hanya di dalam negri, di India pun perusahaan serupa telah melakukan PHK massal lebih dari 6000 karyawan. Di Amerika PHK massal di lakukan lebih dari 3000 karyawan.

Sudah 2 tahun lebih pandemi melanda di seluruh dunia, karena pandemi yang tak kunjung di atasi maka terjadilah krisis ekonomi, krisis ekonomi ini berakibat adanya PHK besar-besaran  oleh perusahaan di seluruh dunia.

PHK pun berkelanjutan karena adanya infasi Negara Rusia ke Ukraina, infasi ini menyebabkan ekonomi di seluruh Dunia semakin tidak stabil.

Adanya kenaikan harga BBM yang signifikan menyebabkan harga kebutuhan semakin melonjak naik dan imbasnya rakyat kecil semakin terpuruk, bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarganya sedangkan penghasilan bahkan pekerjaan pun mereka tidak ada. 

Sejatinya ambruknya startup sudah dapat diduga sebelumnya karena sistem bisnisnya yang yang rapuh. Penyebab PHK massal juga bukan hanya karena adanya pandemi atau inflasi Negara Rusia ke Negara Ukraina, melainkan karena strategi bisnis.

Strategi bisnis perusahaan star- up pada umumnya Yaitu mereka akan berlomba-lomba menggunakan modalnya secara habis-habisan sehingga  konsumen kecanduan dan terus menerus ingin menggunakan layanan perusahaan star-up dalam jangka panjang.

Modal yang mereka gunakan ini berasal dari para investor dengan mekanisme investasi, ketika sasaran pasar meningkat maka hal ini akan meningkatkan harga saham di perusahaan tersebut.

Hal ini lah yang menjadi daya tarik investor akan berbondong-bondong untuk menanamkan modal, apalagi dengan konsep sistem ekonomi investasi sekarang ini.

Contohnya berupa saham, yang harga asetnya melebihi nilai intrinsiknya, maka ketika terjadi krisis keuangan membuat para investor sangat berhati-hati bahkan sampai menarik asetnya. Imbasnya akan terjadi PHK masal, Karena saham merupakan sistem non riil berbasis perjudian.

Di wujudkan dengan jual beli saham atau pasar modal. Di sistem perjudian ini pada awalnya perusahaan akan berkembang cepat tetapi bisa tiba-tiba tidak berkembang bahkan hancur karena kekurangan modal.

Di awal ada propaganda bahwa status adalah penyelamat ekonomi, banyak membuka lapangan kerja.

Namun ketika bisnis tak mampu berjalan, karena berbagai sebab- tidak diterima pasar, dana habis, dan sebagainya, akhirnya ambruk satu persatu. Inilah buah kapitalisasi ekonomi, yang hanya mengejar keuntungan materi tanpa didukung sistem yang kuat, juga pendanaan yang kuat Islam mempunyai sistem ekonomi sendiri yang dapat mengatasi semua masalah.

Sistem ekonomi islam melarang sistem ekonomi non riil, sehingga semua bertumpu pada sistem ekonomi riil. Di dalam Islam perkembangan bisnisnya harus memenuhi kaidah pembagian kepemilikan yakni kepemilikan individu, umum, dan Negara.

Individu tidak boleh menguasai kepemilikan Negara dan Umum. Individu hanya boleh berbisnis di bidang pertanian, peternakan dan bidang ekonomi kebutuhan masyarakat.

Di dalam Islam negara wajib menyediakan lapangan pekerjaan untuk warga negaranya, sehingga tidak ada satupun laki-laki yang tidak mempunyai pekerjaan. Dengan demikian tidak akan ada pengangguran. Wallhu’ alam bishawab