Jumat, 23 DESEMBER 2022
Oleh: Patimatul Jahroh, SEI
Pemindahan ibu kota negara ke pelosok Kaltim menjadi ajang Investasi bagi negara-negara Adidaya dunia sebab Bangsa Indonesia tak memiliki modal yang cukup untuk membangun negara di wilayah baru itu belum lagi tumpukan utang yang belum selesai hingga kini dan akhirnya sampai sekarang Indonesia masih mencari para investor untuk membangun IKN di Sepaku Kalimantan Timur.
Padahal banyak pihak yang menyayangkan keputusan pemindahan Ibu Kota Baru sebab bukan kebutuhan yang mendesak, terlebih sampai hari ini pandemi covid masih ada dan masih menimbulkan banyak kerugian termasuk di sektor Ekonomi.
Walhasil demi mewujudkan ambisi pindah ibu kota,apapun caranya akan di kerjakan. Bangsa Indonesia memang sudah sejak lama kehilangan kedaulatan Ekonomi, sejak Indonesia mengadopsi sistem sekulerisme dan mengatur sistem ekonominya dengan sistem kapitalisme, maka sejak saat itulah akan nampak siapa penguasa sesungguhnya, yaitu para pemilik modal besar di negeri ini maupun negara luar.
Mereka menguasai sumber daya Alam tanpa batas dari hulu hingga hilir. Hingga akhirnya bangsa ini bergantung kepada Investor Asing yang sangat kejam dan berbahaya.
Terlebih dalam Kapitalisme terkenal dengan istilah no free lunch atau tidak ada makan siang gratis.
Pun satu-satunya yang dipuja puji oleh demokrasi kapitalisme adalah meraih untung/laba sebesar-besarnya, maka tak heran jika segala kebijakan pemerintahan demokrasi-kapitalisme senantiasa mengandung keuntungan pihak tertentu yakni penguasa dan pengusaha, sementara suara rakyat tak lagi didengar dan selalu menjadi korban !.
Sejatinya bangsa indonesia ini adalah bangsa yang kaya dengan sumber daya Alam yang melimpah pun sumber daya manusia yang mumpuni, namun demokrasi-kapitalisme tidak mampu mengurus aset penting ini.
Walhasil jalan utang maupun membuka peluang investasi menjadi pilihannya. Terbukti presiden jokowi dalam agenda KTT G20 di Bali membuka peluang investasi disektor infrastruktur senilai US$ 20,8 miliar atau setara dengan Rp 323,1 triliun bila menggunakan kurs Rp 15.523 per dolar AS.
Negeri zamrud katulistiwa berduka lagi dan lagi. Padahal Investasi Asing mustahil mendatangkan keuntungan sebab penanaman modal di berbagai macam sektor ini adalah upaya Asing, dalam melakukan proyek penjajahan gaya barunya yang mana seluruh keuntungan mutlak hanya di nikmati oleh mereka, para Investor Asing (Imprealisme) sedangkan Indonesia akan tergopah-gopah karena harus mengembalikan total dana Investasi tersebut beserta menanggung dampak kerusakan di berbagai hal mulai dari moralitas hingga kerusakan Geografis (lingkungan).
Lantas bagaimana mungkin jalan Investasi ini senantiasa di pilih bangsa kita sebagai jalan Alternatif? Persfektif Islam Berbeda jauh dengan Pemerintahan Islam (khilafah) yang dengan tegas sejak awal menolak berbagai bentuk Investasi Asing.
Sebab Investasi Asing adalah sama halnya menggadaikan Kedaulatan Negeri kepada negara lain, artinya harus siap di dekte oleh para Investor Asing dan ini merupakan hal yang sangat berbahaya dan harus di hindari meskipun dalam proyek pemindahan ibu kota Negara sekalipun.
Selama 1400 tahun Negara Khilafah tidak pernah berhubungan dengan investor Asing sebab penerapan Sistem Ekonomi Islam secara total terbukti mampu mewujudkan kedaulatan ekonomi yang mandiri, unggul, terdepan, dan tak tertandingi.
Ekonomi langit yang pasti benar ini adalah bukti nyata hanya Sistem Pemerintahan Islam (khilafah) yang mampu memutus rantai Investasi Asing.
Pun sedari awal Sistem Pemerintahan Islam (khilafah) menolak Riba, berhutang pada Negara Kafir apalagi bergantung pada negara Asing hingga kehilangan taring pemerintahan.
Namun Sistem Ekonomi Islam telah memiliki tatanan yang Sistematis nan Paripurna untuk pengelolaan kekayaan Alam, Negara maupun Individunya, tentu hal tersebut senantiasa bertolak ukur hanya dengan hukum Islam semata yang termuat lengkap, lugas dan jelas di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Sehingga keberkahan dan keberlimpahan datang dari darat hingga langit. Maka jika Indonesia ingin memiliki kedaulatan ekonomi dan memutus rantai Investasi Asing jalan satu satunya adalah dengan menegakan Syari’ah dan Khilafah dalam tempo secepat-cepatnya.
Mari bersama selamatkan negeri dengan Syari’ah dan Khilafah, ingatlah “sebaik-baiknya penolong hanyalah Allah SWT, selebihnya dusta!” Allah SWT berfirman :”
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qashash:77).