Kamis, 10 NOPEMBER 2022
Oleh: Pitasari
(Mahasiswi)
Sungguh sangatlah miris negeri ini masih saja menghadapi masalah yang ternyata besar terjadi di berbagai sejumlah daerah-daerah terpencil dan jauh dari pusat kota.
Hal ini berkaitan dengan masih susahnya akses kebutuhan berupa air bersih, permasalahan ini masih banyak sekali terjadi di daerah-daerah pedalaman yang memang sulit terakses.
Permasalahan air bersih pun terjadi di bumi etam yang akan menjadi wilayah sekitaran ibu kota negara Indonesia yakni di daerah Sepaku kabupaten Penajam Paser Utara, masih sulitnya akses air bersih disana terlihat dari adanya pemanfaatan sumur bor sebagai sumber mata air oleh warga, ini disebabkan karena perusahan Umum Daerah atau Perumda Air Minum Danum Taka masih belum sepenuhnya terjangkau ke seluruh wilayah termasuk di daerah Sepaku.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Hartono Basuki bahwa “Kami minta pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat segera tuntaskan masalah air bersih di kawasan IKN Nusantara". (baca:https://kaltim.antaranews.com/berita/171861/dprd-penajam-berharap-masalah-air-bersih-di-ikn-dituntaskan)
Ini dapat ditarik keseimpulan bahwa kebutuhan akan air bersih diharapkan banyak warga masyarakat Kecamatan Sepaku, berbanding lurus dengan ketersediaan yang ada.
Pembangunan ibu Kota negara Indonesia diharapkan akan mampu untuk memenuhi ketersediaan air bersih yang dibutuhkan, melalui pembangunan bendungan diharapkan dapat mengatasi solusi permasalahan warga. Dan nampaknya pembangunan ini baru akan berjalan setelah mendapatkan suntikkan dana dari para investor.
Pemenuhan hajat air bersih memanglah merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi mayarakat hampir setiap harinya, penggunaan air yang setaip hari diperlukan mulai dari memasak, mencuci, mandi dan lain lain.
Namun yang terjadi hari ini ternyata masih sangat banyak daerah yang ada di Indonesia ini sulit untuk mengakses air bersih, padahal air bersih sangat dibutuhkan.
Kebutuhan dasar akan air bersih yang merata bagi seluruh mayarakat di seluruh daerah hingga pedalaman adalah tanggung jawab negara, pemenuhan ini haruslah didapat secara merata dan dapat di akses dengan mudah.
Bukan seperti yang terjadi hari ini sangat sulit sekali terakses nya kebutuhan dasar ini, hal ini wajar sekali terjadi dalam sistem kapitalis, yang nampaknya menjadikan air bersih merupakan alat bisnis yang mahal dan susah untuk didapat.
Mudah nya akses air bersih pun tidaklah didapatkan secara percuma atau gratis, mayarakat harus membayar sejumlah uang utuk dapat menggunakannya.
Maka kebutuhan dasar dimonopoli dan diserahkan oleh pihak asing pun tak terelakkan, negara seolah lepas tangan dan kendali. Negara hanya sebagai perantara dan menunggu serta mengharapkan investasi asing/swasta unutuk mengatasi permasalahan yang terjadi, Kecamatan Sepaku adalah sebagaian dari daerah yang jauh dari akses kota menghadapi permasalahan mengenai pemenuhan air bersih.
Masih banyak daerah terpencil di negeri masih jauh dari akses air bersih. Sudah semestinya kita kembali pada bagaimana Islam mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
Dalam islam pengaturan mengenai akses kebutuhan dasar haruslah di atur oleh negara dengan regulasi yang jelas, hal ini dikarenakan bahwa muslim berserikat pada 3 bagian yakni air, api dan padang gembala.
Maka jelas dalam Islam, negara berkewajiban menunaikan hajat umum masyarakat yakni pada kasus air, ketersedian air bersih merata di seluruh penjuru daerah sebab negara langsung untuk turun tangan mengatur dan memastikan bahwa ketersediaan dan akses air bersih cukup dan terpenuhi oleh masyarakat.
Kebijakan akan kebutuhan dasar masyarakat air bersih ini sudah pastinya tidak akan dikelola dan diserahkan oleh asing/swasta baik individu atau golongan, hal ini dikarenakan air merupakan harta kepemilikan umum yang hanya bisa dilakukan oleh negara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Mudah teraksesnya kebutuhan air bersih ini tentunya akan didapatkan dengan percuma atau free, sudah seharusnya kita kembali pada bagaimana Islam mengaturnya dan kesejahteraan akan terasa bagi seluruh masyarakat Waulahuallam bisawab.