Kebutuhan Sekolah Bagi Ibu, Perlukah ?

Selasa, 11 OKTOBER 2022

Oleh : Risnawati, S.Tp.

(Pegiat Opini Muslimah)

Ibu sebagai madrasatul ‘ula bagi keberlangsungan generasi disepanjang masa. karena itu diberbagai daerah mendirikan sekolah ilmu parenting bagi kaum Ibu cukup massif dilakukan. Salah satunya di Kabupaten Kolaka Utara baru saja launching Sekolah Ibu dan Istri milenial (Simal) Indonesia dibulan September lalu.

Risnawati

Seperti dilansir dari berita Kolaka Utara - Dinas PPPA bersama SIMAL Kolaka Utara Sukses laksanakan Seminar Pencegahan KtPA & TPPO. Komunitas Parenting Sekolah Ibu dan Istri Milenial (Simal) Indonesia, bersama dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) sukses menggelar Seminar pencegahan kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada Sabtu (24/9/2022), di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara Kegiatan Seminar tersebut dirangkaikan dengan Launching Simal Indonesia, Kolaka Utara.

Kegiatan launching dan seminar parenting itu di resmikan langsung dengan Asisten Satu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muchlis Bahtiar S,Pi,MP, dan disaksikan langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Murni Baso, Dinas Perpustakaan, Sahrir di Kantor Perpustakaan, Pengurus Simal dan para peserta seminar.

Menurutnya, dengan ilmu parenting dapat menekan kasus-kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dimasyarakat akibat masalah ekonomi,budaya patriarki,pihak ketiga,perbedaan prinsip dalam berumah tangga menjadi beberapa faktor terjadinya KDRT. “Dengan dilaksanakannya kegiatan ini ilmu parenting minimal masyarakat dapat memahami dan menerapkan ilmu parenting dengan benar sebagai salah satu solusi kerhamonisan dalam keluarga tetap terjaga,” ucapnya.

Telaah Akar Masalah

Sebuah ungkapan bahwa mendidik satu wanita sama dengan mendidik satu generasi. Wanita itu tiang negara. Apabila wanitanya baik, maka baik pula suatu negara. Begitu penting peran wanita bagi peradaban, bagi negara, bagi generasi.

Sayangnya, hal ini kurang ditopang oleh ilmu yang memadai tentang menjalani peran tersebut. Banyak sekolah, perguruan tinggi yang mengajarkan ilmu saintek, tapi masih sedikit ilmu bagi wanita dalam menjalani peran fitrahnya sebagai istri, sebagai ibu.

Ramainya peminat sekolah ilmu parenting khususnya sekolah bagi para ibu, ini menjadi salah satu bukti kesadaran akan penting dan perlunya pendidikan bagi para orangtua.

Untuk keberlangsungan menjalankan perannya sebagai istri/suami, sebagai orangtua, juga sebagai anak. Harapan yang terbesit dengan adanya sekolah-sekolah ilmu parenting sekolah ibu ini bisa menjadikan kehidupan rumah tangga lebih harmonis, lebih kokoh. Sayangnya, banyak faktor yang melatarbelakangi perpecahan dalam rumah tangga.

Memang, istri memiliki peran besar. Tapi, peran suami pun tak kalah besar. Namun saat ini, alangkah beratnya beban ibu jika ia yang harus mencari nafkah, ia juga yang harus menjadi penanggung jawab pendidikan buah hatinya.

Alangkah berat beban ibu, jika hanya ia yang harus sabar menahan deraan derita fisik dan mental. Butuh bantuan suami, butuh bantuan ayah dari buah hati. Karena ibu tetap makmum bagi ayah. Imamlah yang harus memimpin.

Akibat penerapan Sistem sekuler adalah aturan yang semakin merusak bagi pendidikan generasi. Masyarakat menjadi lingkungan yang justru tidak menjalankan fungsi pendidikan sebagaimana mestinya. Alhasil, sistem sekularisme inilah yang menjauhkan peran agama dalam kehidupan kenyataannya begitu kental mewarnai dunia pendidikan di negeri ini.

Selain berakibat menjauhkan pendidikan dari arah dan tujuan membangun kepribadian mulia sebagaimana yang diharapkan, dominasi paradigma sekularisme juga telah melemahkan fungsi-fungsi unsur pelaksana pendidikan, mulai dari unsur instrumen pendidikan, keluarga, hingga masyarakat.

Islam, Solusi Tepat

Setiap orang tua tentunya sangat mendambakan memiliki anak-anaknya menjadi sholeh dan sholehah. Disamping itu pasti berharap anak-anaknya memiliki kecerdasan yang cemerlang, hati yang bersih dan suci. Karena itu kerjasama dari semua pihak mutlak diperlukan untuk membentuk karakter pada anak.

Tidak hanya pada orang tua namun peran lingkungan atau masyarakat tentunya juga sangat penting. Padahal, sejatinya aspek pendidikan merupakan salah satu pilar utama pengokoh bangsa dan umat.

Karena melalui pendidikanlah generasi mumpuni penerus bangsa dan umat ini bisa dipersiapkan. Disamping itu, butuh juga dukungan keluarga terdekat. Bukan dengan hinaan, cacian, makian, atau nasihat sinis. Tapi empati dan pelukan. Saling menguatkan.

Masyarakat pun ambil bagian dengan keluarga untuk membentuk lingkungan yang positif. Peduli pada sesama, bukan kepo atau mau ngurusin urusan orang.

Tapi, bentuk kepedulian dengan saling mengingatkan pada kebaikan, mencegah dari kemunkaran. Tak berhenti disitu, negara sebagai pemangku kebijakan pun punya peran yang besar.

Dan yang tidak boleh ketinggalan adalah peran negara sebagai pemegang amanah pengurus rakyat. Dengan kewenangannya untuk menetapkan berbagai kebijakan, maka peran negara akan sangat efektif.

Salah satu cara untuk mencetak generasi yang berkepribadian agung tentunya melalui jalur pendidikan. Sebagai seorang Muslim yang harus bertingkah laku dengan standar halal dan haram, maka arah tujuan pendidikan anak-anak kita tentunya harus berkorelasi dengan hal tersebut. Yaitu dalam rangka membentuk pola pikir dan pola sikap yang islami (syakhsyiyah Islam).

Pendidikan yang diperoleh anak-anak kita juga harus pendidikan yang bersifat amaliyah (praktis). Sehingga apa-apa yang dipelajari bisa dipraktekkan dan berdaya guna baik untuk dirinya maupun orang lain. Selain itu, penetapan kurikulum yang sejalan dengan tujuan pendidikan mutlak sangat diperlukan.

Maka dalam hal ini kebijakan negara yang berperan agar tujuan pendidikan dapat terwujud. Disamping itu negara juga wajib menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan demi kemajuan pendidikan.

Misalnya membangun gedung-gedung sekolah maupun perguruan tinggi yang nyaman, membangun laboratorium-laboratorium untuk penelitian-penelitian, dan lain-lain.

Begitu juga dengan menyiapkan para guru maupun Dosen yang berkompeten dan tentunya yang memiliki kepribadian mulia. Biaya pendidikan yang murah bahkan gratis juga sangat penting untuk mendorong semangat belajar.

Dengan berkaca pada kesuksesan para sahabat Rasul dan juga para ulama terdahulu dalam perannya pada pendidikan dan kemajuan peradaban Islam, maka cita-cita kita sebenarnya bisa terwujud asalkan semua komponen tadi berperan dengan porsinya masing-masing.

Maka, wajarlah Ibu dikatakan sebagai pabriknya pencetak Pemimpin bangsa. Sehingga, tak salah mengadakan program Sekolah Ibu, hal itu bagus dan perlu diapresiasi. Namun, tak cukup sampai disana. Sekolah bagi ibu butuh dimulai dari asas akidah dan syariah Islam kaffah.

Karena, menurut Islam dalam pembelajaran generasi harus dikembalikan pada misi penciptaannya oleh Sang Pencipta, Allah SWT.

Yang tak lain yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat [51] ayat 56:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Memang benar, keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi para calon pemimpin. Keluarga ideal berperan menjadi wadah pertama pembinaan keislaman dan sekaligus membentengi anak-anak dari pengaruh negatif dari luar.

Peran keluarga menjadi penting karena orang tualah yang paling tahu bagaimana perkembangan dan kemajuan anak, baik fisik maupun mentalnya.

Dalam sistem Islam, semua unsur penyelenggara pendidikan, mulai dari keluarga, sekolah (termasuk para guru), masyarakat bahkan negara, akan menempatkan dirinya sebagai pemilik tanggung jawab. Yang satu sama lain akan saling mengukuhkan karena dorongan keimanan.

Dengan demikian, Negara yang menjadi pilar utama penguat suksesnya pendidikan, yang dalam Islam dipandang sebagai kebutuhan primer yang wajib dijamin oleh negara.

Sekaligus dipandang sebagai salah satu pilar peradaban. Dengan memberi perhatian penuh agar semua unsur pendidikan, mulai keluarga, sekolah dan masyarakat bisa benar-benar menjalankan fungsinya, dengan penerapan seluruh aturan Islam secara kafah.

Sungguh satu-satunya sistem yang layak diadopsi hanyalah sistem pendidikan Islam yang diterapkan dalam bingkai sistem Khilafah Islam, yang akan mewujudkan ketentraman hidup dan mengundang keberkahan Allah SWT.

Inilah hasil pendidikan dalam binaan Islam. Memang butuh sekolah bagi ibu berbasis Akidah Islam. Maka tidak akan sulit untuk mewujudkan generasi berkualitas. Jadi, semua pilihan ada di tangan kita.

Maukah kita kembali memeluk Islam secara kaffah ? Mari kita bersegera, Allahu Akbar!!!. Wallahu a’lam.