Oleh: Lenny Ummu Najid.
Aktivis dan Pemerhati Masyarakat
Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap guru di Kalimantan Timur. Ketiga tersangka diamankan setelah penyelidikan atas kasus yang dipicu teguran korban kepada pelajar SMA yang merokok dan berseragam sekolah.
Pelajar tersebut tidak terima dinasehati kemudian mereka mengeroyok korban. Kasus tersebut menjadi gambaran memudarnya penghormatan terhadap guru.
Teguran yang seharusnya dipahami sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab dalam mendidik justru berujung pengeroyokan. Fenomena ini menunjukkan bahwa hubungan guru dan peserta didik semakin bergeser.
Guru tidak lagi dipandang sebagai sosok pendidik yang layak dihormati, sementara sebagian siswa kehilangan kesadaran bahwa menerima nasihat dan koreksi merupakan bagian penting dari proses menuntut ilmu.
Memudarnya adab kepada guru tidak dapat dilepaskan dari arah sistem pendidikan yang lebih berorientasi pada pencapaian akademik dan keterampilan teknis dari pada pembentukan kepribadian.
Pendidikan cenderung menempatkan keberhasilan pada aspek nilai, kompetensi, dan prestasi, sementara penanaman akhlak, penghormatan kepada guru, serta tanggung jawab moral sering kali tidak menjadi fokus utama.
Akibatnya, lahirlah generasi yang memiliki pengetahuan, tetapi kurang memiliki adab dalam berinteraksi dengan orang lain, termasuk kepada guru.
Sistem tatanan kehidupan yang jauh dari agama membuat kebiasaan dan tingkat laku pemuda pun berubah. Mulai dari kebiasaan merokok yang merugikan diri sendiri dan sekitar, hingga emosi yang tidak dapat dikontrol sehingga menimbulkan kekerasan.
Naluri mempertahankan diri memang fitrah, namun jika tidak disalurkan sesuai syariat justru akan merugikan orang lain, ditambah akan menimbulkan dosa apabila itu menyakiti.
Sungguh hal ini sagat berbeda jika Islam diterapkan dalam kehidupan. Islam memandang pendidikan bukan sekadar mencetak orang pintar, tetapi membentuk manusia beradab.
Rasulullah saw bersabda bahwa tujuan utama diutusnya beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak. Dalam sistem pendidikan Islam bahwa adab didahulukan sebelum ilmu. Murid dididik untuk memuliakan guru (ta’dzim), sementara guru diwajibkan mendidik dengan kasih sayang. Guru adalah figur teladan, bukan sekadar pengajar.
Negara memastikan kurikulum berlandaskan akidah Islam. Setiap mata pelajaran diarahkan untuk membentuk kepribadian Islam. Dengan support sistem Islam maka akan lahir generasi yang berkualitas, cerdas akal dan bagus akhlaknya. Wallahu a'lam bisyowab.