BALIKPAPAN - Pengurus Kota Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Balikpapan menggelar Rapat Pleno di Sekretariat Jalan R.E. Martadinata, Selasa malam (15/10).
Rapat dipimpin Ketua Pengkot PSTI Balikpapan, Muhammad Salahuddin, ini dihadiri jajaran pengurus harian, pelatih, serta sejumlah tokoh olahraga yang peduli terhadap pengembangan sepak takraw di Kota Minyak.

Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan.
Dalam pembukaannya, Ketua PSTI Kota Balikpapan menyampaikan bahwa kegiatan pleno ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi, pembenahan, dan penguatan struktur agar roda organisasi dapat berjalan lebih efektif ke depan.
"Restrukturisasi kepengurusan ini kita lakukan bukan semata mengganti nama, tetapi untuk memperkuat sistem kerja dan sinergi antar seksi," ungkapnya.
"Kami ingin PSTI Balikpapan menjadi organisasi yang solid, profesional, dan punya arah pembinaan yang jelas,” ujar Salahuddin.
Selain membahas restrukturisasi kepengurusan, rapat pleno juga memfokuskan perhatian pada program pembinaan atlet usia dini, yang akan diwujudkan melalui turnamen antar Sekolah Dasar se-Kota Balikpapan pada Januari 2026 mendatang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang seleksi sekaligus wadah menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap olahraga sepak takraw sejak dini.
Dalam kesempatan itu, sejumlah pengurus juga menyampaikan pandangan dan masukan terkait sistem pembinaan berjenjang yang berkelanjutan, mulai dari tingkat SD hingga SMA, dengan melibatkan peran aktif sekolah, pelatih, dan klub-klub takraw yang ada di Balikpapan.
Tak berhenti di level pembinaan dasar, PSTI Balikpapan juga mulai mematangkan strategi untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-VIII tahun 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Sejumlah langkah persiapan telah mulai disusun, termasuk pemetaan potensi atlet, rencana pelatihan intensif, serta kerjasama dengan KONI Kota Balikpapan dalam penyusunan program pra-porprov.
"Kami ingin memastikan bahwa regenerasi atlet sepak takraw Balikpapan berjalan baik. Dari SD kita tanamkan semangat berlatih dan berkompetisi sehat, agar mereka kelak bisa membawa nama Balikpapan di ajang Porprov maupun event yang lebih tinggi,” tegas Salahuddin.
Rapat pleno ini ditutup dengan kesepakatan untuk segera membentuk tim kecil yang akan menyusun struktur baru kepengurusan dan merancang kalender kegiatan 2026.
Para peserta rapat optimis bahwa dengan sinergi dan komitmen bersama, PSTI Balikpapan akan mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi bahkan nasional.
Melalui rapat pleno ini, PSTI Kota Balikpapan menunjukkan keseriusannya dalam membangun fondasi yang kuat untuk masa depan olahraga sepak takraw di kota ini, sekaligus mempertegas peran Balikpapan sebagai salah satu barometer pembinaan olahraga di Kalimantan Timur. (SS/*)