
Selasa 31 Oktober 2023
SAMARINDA - Selain dituntut menggali potensi atlet usia dini, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim, mengaku menemui kendala terkait, minimnya fasilitas penunjang. Khususnya, piranti-piranti penerapan sport science, sebagai media parameter.
Kepala Sekretariat DBON Kaltim, Zairin Zain belum lama ini menyampaikan, akan mengusulkan pengadaan sport science ke gubernur pada 2024, Karena, saat ini baru 4 daerah yang memiliki sport science, Surabaya, Jogjakarta, Bandung dan Semarang.
Zairin Zain berharap, hal ini dapat terlaksana, dan menjadi media dan menjadi terlengkap di Kaltim.
Adapun Sport science merupakan penerapan berbagai ilmu pengetahuan yang bisa mengukur kemampuan dan potensi seorang atlet.
Didalamnya terdapat, ilmu kepelatihan, biomekanika, motor control dan motor development. Termasuk ilmu psikologis, ukuran asupan nutrisi dan lain-lain.
"Dengan sport science, bisa diketahui keunggulan dan kelemahan seorang olahragawan," ungkapnya.
Dirinya mencontohkan, di badminton atau bulu tangkis. Saat seorang pemain dites melalui sport science, dengan postur tubuh yang tinggi, namun ternyata secara power indikatornya lemah.
Begitu dipaksakan, bisa dipastikan bakal sulit untuk bersaing. Kepala Sekretariat DBON Kaltim ini menilai, pengadaan sport science sangat penting, agar pembinaan yang dilakukan sesuai dengan harapan.
"Ini bisa terealisasi secepat mungkin. Sehingga bisa berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim sebagai pemangku kebijakan keolahragaan Benua Etam," tandas Zairin Zain. (Adv/**)