Selasa, 20 APRIL 2021
BALIKPAPAN-Dari 33 kasus terkonfirmasi positif, terdapat 14 kasus positif adalah Anak Buah Kapal (ABK) dan juga merupakan warga luar daerah.
Hal itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Balikpapan Rizal Effendi saat konfrensi pers, Selasa (20/4) di Halaman kantor Walikota.
Rizal mengatakan, kasus ini harus kita cermati, karena akan menjadi klaster baru. Dari 33 kasus positif ini ada 14 dari luar daerah, dan juga merupakan ABK Kapal rekanan Pertamina yang sudah meluas sampai ke galangan.
Ia menjelaskan, sehingga pihaknya melarang turun ABK dari kapal tersebut yang diketahui positif covid-19. Karena harus menjalani isolasi terlebih dulu.
Dia menuturkan, ABK yang positif harus dikarantina di kapal. Kemudian ada yang melakukan isolasi di hotel maupun ada yang dirawat di rumah sakit.
Menurutnya, saat ini ada tiga tempat yang menjadi tempat isolasi. Yakni rumah sakit, ada yang di kapal tidak boleh turun, serta ada yang dikarantina di hotel.
"Kapal itu, merupakan kapal khusus, kapal itu tidak bersandar di pelabuhan umum. Karena Pertamina mempunyai pelabuhan sendiri dan memiliki penerapan protokol sendiri, saya kira sudah dilakukan pengetatan dan saat ini tetap dalam pemantauan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty berujar, untuk saat ini ABK yang positif melakukan isolasi di kapal. Kemudian dilakukan tracing bagi yang kontak erat sebagai upaya pencegahah agar tidak maki meluas.
"Tentunya jika ditemukan klaster seperti ini dilakukan tracing yang lebih luas, karantina bagi yang masih di kapal," bebernya. (**)