Minggu, 8 Nopember 2020
BALIKPAPAN-Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan menargetkan Balikpapan masuk zona kuning atau menjadi daerah dengan risiko sedang penularan COVID-19.
Namun target tersebut, tidak akan berjalan tanpa upaya bersama dari masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan.

Menurut Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan, ada tiga hal yang perlu dicapai agar Balikpapan segera masuk zona kuning.
Yakni menekan angka kasus harian, meningkatkan angka kesembuhan, dan menekan angka kematian kasus terkonfirmasi positif.
“Sampai pekan ini, kasus terkonfirmasi positif masih fluktuatif. Hanya beberapa kali saja berada pada satu digit,” ungkap Wali Kota Rizal Effendi.
Kemudian untuk angka kesembuhan kota Balikpapan saat ini sudah baik, berada di atas angka 80 persen. Pasien yang dirawat saat ini pun 130–an atau kurang dari setengah kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 306.
“Dengan kondisi ini, harapannya tenaga medis bisa bekerja maksimal dan penanganan merawat pasien lebih baik lagi,” ungkapnya.
Kemudian untuk angka kematian kota Balikpapan juga terus ditekan sampai di bawah 2 persen. Dengan deteksi yang lebih dini, maka penanganan pasien COVID-19 cepat dilakukan.
Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan melaporkan hari ini (8/11) terdapat penambahan 11 kasus terkonfirmasi positif, 34 selesai isolasi, dan 1 kasus meninggal dunia.
Kasus terkonfirmasi positif berasal dari riwayat suspek 4 kasus, riwayat tanpa gejala 5 kasus, riwayat tracing 1 kasus, dan skrining rapid test satu kasus. (**)
Editor: Ahmad Yani
#BalikpapanTidakMenyerah #BalikpapanBangkit #JagaJarak #PakaiMasker #CuciTanganPakaiSabun #HindariKerumunan #WeLoveBalikpapan #satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibuwajibpakaimasker #ingatpesanibuwajibjagajarak #ingatpesanibuwajibcucitangan #wajibpakaimasker #wajibjagajarak #wajibjagajarakhindarikerumunan #wajibcucitangan #wajibcucitangandengansabun