Dekontaminasi RSUD Beriman, Berujung Penutupan Layanan, Hingga 31 Agustus

Kamis, 27 Agustus 2020

BALIKPAPAN-Pemkot Balikpapan lakukan Dekontaminasi, RSUD Beriman, tutup Sementara layanan. RSUD Beriman melakukan penutupan sementara seluruh unit layanan tersebut, mulai 27-31 Agustus 2020.

Penutupan itu, dilakukan sehubungan dengan dekontaminasi dan adaptasi layanan yang akan diberikan rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, dekontaminasi bertujuan untuk sterilisasi seluruh rumah sakit.

"Itu setelah dilakukan evaluasi, pihak rumah sakit. Setelah penutupan sebagian layanan sebelumnya," kata Andi Juliarty.

Kemudian selama penutupan, akan disiapkan alur baru dalam menerima kedatangan pasien dan memberi pelayanan.

"Pihak rumah sakit juga akan menyiapkan satu ruangan yang akan difungsikan untuk ruang operasi khusus Covid-19. Jadi memang saat pandemi ini, rumah sakit perlu melakukan adaptasi," jelasnya.

"Untuk memisahkan pelayanan bagi pasien Covid-19 dengan pasien umum. Misalnya pasien hamil, namun terkonfirmasi Covid harus dipisahkan dengan pasien lainnya. Begitu juga yang perlu tindakan operasi," ungkap Andi Sri Juliarty.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan pada Kamis, (27/8/2020) terdapat pertambahan 55 kasus terkonfirmasi positif, 35 selesai isolasi, dan 2 kasus meninggal dunia.

Dari jumlah kasus terkonfirmasi positif, 44 berasal dari suspek dengan gejala lainnya. Diikuti tanpa gejala dan tracking kasus lainnya. Kemudian dua kasus meninggal yang masih menunggu hasil pemeriksaan swab test atau berstatus probable.

Pada hari ini, Kamis (27/8/2020) juga, Gugus Tugas Balikpapan menerima 8 hasil swab yang mengonfirmasi positif pada kasus meninggal dunia pada tanggal 6, 10, 15, 19, 21, 24, dan 25 Agustus, kemarin.

Dalam upaya memutus mata rantai, penyebaran COVID-19, Pihak Pemerintah Kota Balikpapan bersama aparat TNI/Polri juga terus aktif melakukan sosialisasi Perwali Nomor 23 Tahun 2020.

Upaya penegakan disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Sosialisasi dilakukan di berbagai tempat diantaranya, pasar, pelabuhan, kawasan kuliner, dan kafe. (**)

Sumber: Gugus Tugas COVID-19 Balikpapan

Editor: Ahmad Yani