Sabtu, 1 Agustus 2020
BALIKPAPAN-Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Balikpapan, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty, mengatakan terdapat 21 hasil swab PCR (Polymerase Chain Reaction) 21 pasien terkonfirmasi positif, Sabtu (1/8/2020).

Sementara terdapat dua pasien terkonfirmasi positif meninggal dunia, di RSUD Kanujoso, Sabtu (1/8/2020) Pukul 03:30 Wita BPN 511 perempuan (60) KTP Balikpapan merupakan seorang Suspek COVID-19.
BPN 469 laki-laki (71) KTP Balikpapan merupakan seorang Suspek COVID-19, memiliki riwayat penyakit komorbid, di RS. Siloam Sabtu (1/8/2020) Pukul 08:30, kedua pasien meninggal dunia tersebut telah dimakamkan sesuai protokol COVID-19.
Kemudian empat pasien Probable COVID-19 meninggal dunia, Pasien laki-laki (70) KTP Balikpapan, Jumat (31/7/2020) Pukul 17:20 Wita di RS. Dr. R. Hardjanto Balikpapan. Pasien perempuan (71) KTP Balikpapan, Jumat (31/7/2020) Pukul 18:30 Wita di RS. Pertamina Balikpapan. Pasien laki-laki (77) Jumat (31/7/2020) Pukul 23:10 Wita di RSKD. Pasien laki-laki (50) Sabtu (1/8/2020) Pukul 11:50 Wita di RS. Dr. R. Hardjanto, keempat pasien tersebut masih menuggu hasil swab PCR, namun telah dimakamkan sesuai dengan protokol COVID-19.
Selanjutnya 21 pasien terkonfirmasi positif, BPN 499 laki-laki (35) KTP Balikpapan merupakan karyawan swasta, riwayat hasil tracking kontak erat BPN 370. BPN 500 perempuan (25) KTP Balikpapan merupakan karyawati swasta, riwayat hasil tracking kontak erat BPN 370.
"BPN 501 perempuan (51) KTP Balikpapan merupakan karyawati swasta, riwayat hasil kontak erat BPN 370.BPN 502 laki-laki (21) KTP Balikpapan merupakan karyawan swasta, riwayat hasil tracking kontak erat BPN 370," ungkapnya.
"BPN 503 perempuan (10) Domisili Balikpapan, merupakan riwayat hasil tracking kontak erat BPN 357. BPN 504 laki-laki (8) Domisili Balikpapan, merupakan riwayat hasil tracking kontak erat BPN 357," ucapnya.
"BPN 505 laki-laki (5) Domisili Balikpapan, merupakan riwayat hasil tracking kontak erat BPN 357. BPN 506 perempuan (21) KTP Balikpapan merupakan karyawan swasta, riwayat hasil tracking kontak erat BPN 363," katanya.
"BPN 507 laki-laki (21) KTP Balikpapan merupakan karyawan swasta, riwayat melakukan pemeriksaan PCR sebagai tindak lanjut hasil rapid test reaktif dan hasilnya positif. BPN 508 perempuan (41) KTP Balikpapan merupakan karyawati swasta, riwayat hasil tracking kontak erat BPN 345," jelasnya.
"BPN 509 laki-laki (41) KTP Balikpapan merupakan karyawan swasta, riwayat hasil tracking kontak erat BPN 345. BPN 510 perempuan (26) KTP Balikpapan merupakan karyawati swasta, riwayat hasil tracking kontak erat BPN 345," kata dia.
"BPN 511 laki-laki (60) KTP Balikpapan merupakan seorang Suspek COVID-19, masuk rumah sakit dengan keluhan penyakit lain, sehingga dilakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya positif," ujarnya.
"BPN 512 laki-laki (60) KTP Balikpapan merupakan seorang Suspek COVID-19, masuk rumah sakit dengan keluhan penyakit lain, sehingga dilakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya positif," tutur dia.
"BPN 513 laki-laki (62) KTP Balikpapan merupakan seorang Suspek COVID-19, masuk rumah sakit dengan keluhan penyakit lain, sehingga dilakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya positif," urai Andi Sri Juliarty.
"BPN 514 perempuan (21) KTP Balikpapan merupakan seorang Suspek COVID-19, masuk rumah sakit dengan keluhan penyakit lain, sehingga dilakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya positif," ujar dia.
"BPN 515 laki-laki (54) KTP Balikpapan merupakan seorang Suspek COVID-19, masuk rumah sakit dengan keluhan penyakit lain, sehingga dilakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya positif," ucap Kadis DKK Balikpapan.
"BPN 516 perempuan (35) KTP Balikpapan merupakan karyawati, riwayat melakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya positif. BPN 517 laki-laki (35) KTP Balikpapan merupakan seorang tenaga medis, riwayat melakukan pemeriksaan PCR sebagai tracking, karena ditempat kerja terdapat kasus positif," urai dia.
"BPN 518 perempuan (37) KTP Balikpapan merupakan seorang tenga medis, riwayat melakukan pemeriksaan PCR sebagai tracking, karena ditempat kerja terdapat kasus positif," tandasnya. (Yudi)
Editor: Ahmad Yani