Senin, 21 September 2020
BALIKPAPAN-Ditengah wabah virus corona, menyusul perlunya waspada terhadap, Demam Berdarah Dengue (DBD), angka kejadian demam berdarah disejumlah daerah cukup signifikan.

Warga Kota Balikpapan diimbau untuk waspada terhadap penyakit demam Berdarah ditengah pandemi COVID-19. Pasalnya Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan saat ini mencatat terdapat 1.013 kasus DBD, disusul dengan 6 angka kematian, hingga September 2020. Balikpapan, Senin (21/9/2020).
Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan mengatakan, cara harus dilakukan salah satunya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), PHBS merupakan kunci utama untuk mengurangi perkembangbiakan jentik dan nyamuk penyebab DBD.
"Selalu membersikan selokan (Parit), agar air tidak tergenang dan mengubur barang bekas seperti kaleng, yang bisa memungkinkan nyamuk berkembang biak, ungkapnya.
"Untuk menanggulangi DBD Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan masih menerapkan program kelambu air dan abate melalui setiap kelurahan," urainya.
"Terkadang akan dilakukan penyemprotan (Fogging) ketika terdapat kasus DBD di suatu wilayah. Artinya jangan tunggu terdapat kasus DBD baru akan bertindak, seharunya ada tindakan preventif," katanya.
"Seharusnya dilakukan tracking wilayah, untuk melakukan antisipasi DBD, dari mana orang tersebut terkena DBD disitulah dilakukan fogging, jangan hanya satu wilayah saja," tuturnya.
"Itu, jadi satu masukan untuk pemerintah, dalam melakukan tracking kasus DBD, darimana orang tersebut terjangkit DBD, maka di wilayah tersebut dilakukan fogging. Karena DBD ini berkembang biak di tempat bersih dan bukan di tempat kotor," bebernya. (Yudi)
Editor: Ahmad Yani