Minggu, 27 JUNI 2021
Tekan Penyebaran Covid-19, Pangdam VI/Mlw Terus Meninjau Program Serbuan Vaksin Nasional di Wilayah Balikpapan
BALIKPAPAN-Setelah meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19, di lingkungan Kodam VI/Mlw, di lapangan Sudirman, Sabtu (27/6/2021) kemarin. Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr. (Han) bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Herry Rudolf Nahak, kembali melakukan peninjauan vaksinasi, di berbagai tempat di wilayah Balikpapan, Minggu (27/6/2021).

Peninjauan kali ini dilakukan di penyekatan terminal Kedatangan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, dan yang terakhir di posko PPKM Mikro di RT. 31 Perum BDS I Kel. Damai Bahagia Kec. Balikpapan Selatan.
Pangdam menyampaikan, dari pantauan dari data satgas COVID Nasional angka penyebaran virus corona sudah mengalami peningkatan. “Bayangkan sebelumnya sehari paling banyak 9.000 sekarang sudah menjadi 21.000 per hari," ungkapnya.
Hal ini juga terjadi di wilayah Kalimantan Timur, angkanya tiba-tiba naik. Sebelumnya, dapat ditekan dibawah 100 sekarang diatas 100 bahkan tanggal 26 Juni mencapai 427 orang.
Menurutnya, data penyebaran tersebut perlu menjadi antisipasi bersama, untuk melakukan upaya penanggulangan penyebaran Covid agar tidak terjadi peningkatan lagi.
Pangdam juga menekankan, ada beberapa hal yang cukup efektif untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Diantaranya, PPKM secara mikro tingkat RT, RW dan Desa, penggunaan masker yang sesuai standart dan serbuan vaksinasi.

Pangdam menjelaskan, pelaksanaan PPKM mikro dan serbuan vaksinasi yang dilaksanakan secara massal itu, sangat efektif untuk menanggulangi penyebaran Covid 19.
"Dan pelaksanaan tersebut, tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan pendisiplinan protokol kesehatan, dengan melaksanakan 5M," paparnya.
Lebih lanjut lagi Pangdam mengingatkan, untuk menggunakan masker sesuai standar dan ketentuan agar mampu menahan virus varian baru.
“Oleh karenanya kita harus menggunakan masker sesuai standar medis sehingga akan lebih efektif. Hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat karena masyarakat cenderung yang penting memakai masker. Padahal masker yang digunakan tidak efektif menangkal penyebaran Covid,” tamdasnya. (Pendam VI/Mlw)