Jumat, 17 Juli 2020
BALIKPAPAN-Komisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata ( DISPORAPAR) Balikpapan Bagian Pariwisata, terkait Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2021, di ruang rapat Gedung DPRD Balikpapan, Kamis (16/7/2020).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Mieke Henny mengatakan, pihkanya meminta Disporapar agar meningkatkan kepariwisataan selain di Pantai Manggar, sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kami menggenjot mereka untuk menambah PAD, agar pariwisata ditingkatkan kembali, karena sumber PAD pariwisata hanya di pantai Manggar," ungkapnya.
"Untuk meningkatkan PAD itu, Kami menggenjot agar kepariwisataan yang ada di Teluk Seribu juga dapat dikembangkan Dinas Pariwisata," jelasnya.
"Untuk anggaran pariwisata ini masih terus digodok bersama, sementara untuk anggaran yang didapat masih dimanfaatkan dari dana CSR untuk kegiatan yang diadakan," katanya.
"Kami meminta program fisik untuk struktur pusat jajanan serba ada (Pujasera) harus ditingkatkan lagi, pihaknya masih memperdalam lagi di minggu depan," urainya.
"Rancangan KUA PPAS ini wajib kita bicarakan intinya program yang menyentuh kemasyarakatan itu wajib kita utamakan untuk masyarakat," bebernya.
Sementara, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan Dortje Marpaung menambahkan, anggaran masih diusulkan dan diakomodir kembali, untuk dapat dibahas lebih detail lagi.

"Terkait program tahun 2021, ada dua poin masih ditelaah, salah satunya untuk pengembangan di Pantai Manggar jadi ada sekian miliar akan digunakan untuk apa saja," ucapnya.
"Selain itu seperti kegiatan promosi seperti membuat pamphlet update web, petugas di Tourist Info Center di bandara biayanya untuk para Duta Operasional," tuturnya.
"Adapun rancangan anggaran pariwisata dari yang semula sekitar Rp 9 Miliar, kini anggaran menurun menjadi Rp 8 miliar di tahun 2021," tandasnya.
Liputan: Yudi
Editor: Ahmad Yani