
Selasa 20 Mei 2025
UJOH BILANG –Sebanyak 140 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 403 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024, menerima Surat Keputusan (SK) dari Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Dr. Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E., penyerahan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 117 , di lapangan tribun ujoh bilang, Selasa (20/05/25).
Bupati Mahulu Dr. Bonifasius Belawan Geh menyampaikan proses seleksi ASN pada tahun anggaran 2024 telah dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berbasis sistem merit.
Dia katakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas aparatur negara sebagai bagian dari reformasi birokrasi.
Formasi yang dibuka, terutama di sektor-sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, menjadi prioritas demi menjawab kebutuhan masyarakat. Bupati menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang hari ini resmi menerima SK sebagai CPNS dan PPPK.
"Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk kepercayaan negara kepada saudara-saudara sekalian untuk mengabdi sebagai pelayan masyarakat," ungkapnya.
"Pada hari ini bukan sekedar seremonial penyerahan SK CPNS dan PPPK, namun ini adalah momen penting yang mencerminkan semangat kebangkitan baru, bukan hanya bagi bangsa, tetapi juga bagi wajah birokrasi daerah Mahulu," katanya.
Bahkan dia sampaikan, momen ini tidak lagi melawan penjajahan dalam bentuk senjata, tetapi melawan bentuk penjajahan yang tak kalah berbahaya yaitu, Kemalasan berpikir, Budaya Kerja yang lamban, dan Mentalitas Birokrasi yang anti kritik.
Bonifasius menyampaikan keinginannya bagi penerima SK untuk memahami satu hal penting, bahwa menjadi ASN bukan hanya soal status atau penghasilan tetap, tetapi soal pengabdian yang melelahkan tapi membanggakan.
"Mahulu ini wilayah perbatasan, terpencil, penuh tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas. Jangan datang ke sini dengan Mental Manja, mudah mengeluh, atau berharap kenyamanan. Jika saudara datang hanya untuk cari aman, maka saudara salah memilih," tegasnya.
"ASN di Mahulu dituntut untuk kuat secara mental, tangguh secara fisik, dan cerdas secara sosial," harapnya.
Dia pun mengingatkan, dalam masa percobaan selama satu tahun bukan sekadar formalitas, melainkan waktu pembuktian. Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan integritas, kedisiplinan, dan kinerja yang optimal.
"Tunjukkan bahwa Anda layak menjadi bagian dari birokrasi yang profesional. Sementara itu, bagi 271 PPPK Teknis, 76 PPPK Nakes, dan 56 PPPK Guru, meskipun tidak menjalani masa percobaan seperti CPNS, kehadiran saudara di lingkungan kerja harus langsung membawa dampak," tuturnya.
Agar menunjukkan kontribusi nyata, cepat beradaptasi. Jangan menunggu disambut, tapi mulai menyapa. Jangan menunggu diperintah, tapi ambillah inisiatif.
"ASN yang berhasil bukan yang paling pintar di awal, tapi yang paling cepat menyesuaikan diri dengan realitas lapangan, belajar dari masyarakat, dan bertumbuh bersama dinamika daerah," urainya.
Dia berharap, hentikan kebiasaan menyalahkan sistem, menyalahkan atasan, atau menyalahkan lokasi tugas. Saat saudara sudah memilih jalur ASN, artinya saudara telah memilih jalan pengabdian, bukan zona nyaman.
Dirinya mengingatkan, ASN Mahulu ke depan tidak boleh hanya jadi pelengkap struktur, Jadilah penggerak perubahan. ASN yang hanya duduk di meja, tanpa semangat untuk turun ke lapangan, akan tertinggal.
"Jangan menjadi ASN yang hanya menunggu instruksi, tanpa daya inovasi, akan tergerus. Jangan bangga hanya karena bisa menyelesaikan laporan, tapi banggalah ketika laporan itu berdampak nyata bagi masyarakat," tuturnya.
"Jangan merasa cukup hanya dengan disiplin kehadiran, tapi tidak punya empati terhadap masyarakat yang kita layani. Masyarakat tidak butuh ASN yang sekadar hadir, mereka butuh ASN yang mengabdi dengan nurani dan aksi nyata," harapnya.
Bupati menegaskan untuk tidak menjadikan kegiatan tersenut, sekadar seremonial belaka. Jangan hanya didengar lalu dilupakan. Renungkan baik-baik, hayati pesan ini sebagai bagian dari amanah besar yang kini telah dipercayakan kepada saudara.
"Tumbuhkanlah kesadaran bahwa menjadi ASN bukan sekedar profesi, tapi bentuk pengabdian yang menuntut kesungguhan, loyalitas, dan tanggung jawab penuh," imbuhnya.
"Sebab, sejatinya kebangkitan nasional hari ini adalah kebangkitan ASN yang sadar akan peran strategisnya, bukan sekedar sebagai pelaksana, tetapi sebagai penjaga kepercayaan publik dan pendorong kemajuan daerah," jelas Bupati.
"Bangkitlah, bekerja dengan nurani, dan buktikan bahwa saudara memang pantas menjadi bagian dari perubahan besar untuk Mahakam Ulu yang lebih baik," tandasnya. (Adv/KominfoMahulu/*)