Pemkab Mahulu Bangun Kawasan Strategis dan Moderen Konsep Kearifan Lokal

Senin 19 Mei 2025

SAMARINDA – Bupati Mahulu, Dr. Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E. menyampaikan, Presentasi Laporan Pendahuluan, Laporan Antara, dan Laporan Akhir Penyusunan Kawasan Strategis Kabupaten Mahulu yang difasilitasi Dinas PUPR Mahulu bekerjasama dengan Institut Teknologi Malang (ITN), berlangsung pada 14–16 Mei 2025 di Hotel Mercure, Samarinda.

Bonifasius Belawan Geh Bupati Mahakam Ulu.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) ini sebagai bentuk membangun kawasan strategis yang modern namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Forum ini dihadiri sejumlah pejabat daerah Mahulu dan Tim Tenaga Ahli dari ITN Malang.

Bupati menyatakan, pentingnya menyelaraskan konsep pembangunan dengan kearifan lokal, khususnya dalam pengembangan alun-alun dan kawasan sekitar Kantor Bupati.

Bupati Mahulu Bonifasius inginkan sebuah kawasan dengan pendekatan modern, namun tetap mengangkat unsur budaya lokal. Begitu juga Olornamen-ornamen tradisional perlu dikaji penempatannya oleh para ahli agar tetap estetis dan kontekstual.

Menurutnya, ini pentingnya menjaga ruang terbuka hijau dan menghadirkan kesan alami layaknya hutan kota untuk menciptakan lingkungan yang sejuk dan asri.

Termasuk fasilitas umum seperti toilet, tempat istirahat, dan tempat sampah juga menjadi perhatian khusus.

Dia katakan, jangan sampai karena tidak tersedia toilet, orang buang air sembarangan di pohon. Tempat duduk di bawah pohon juga perlu diperbanyak sebagai titik istirahat.

"Agar alun-alun dirancang untuk mendukung kegiatan publik, termasuk menghadirkan area kuliner seperti restoran atau warung. Dan area sawit diujung kantor Bupati dirancang sebagai lokasi bagi rumah dinas Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah," harap Bupati.

Sementara aspek teknis, diperlukan dukungan terhadap penerapan jaringan listrik bawah tanah demi mewujudkan kawasan yang tertata rapi dan modern.

Meski tantangan banjir di kawasan taman di maksudkan, akibat aliran air yang tidak tertangani dengan baik saat musim hujan.

Maka itu Bupati menegasakan, perlunya ada teknologi untuk mengatasi genangan. Volume air pasti besar karena ada aliran sungai. Harus dicari solusi agar air tidak menyebabkan banjir.

Termasuk area helipad, keberadaannya dapat dievaluasi kembali apabila bandara Mahulu telah beroperasi secara penuh. Bupati mengusulkan desain tugu dengan unsur budaya Mahulu dengan menghadirkan ukiran lokal binatang seperti naga itu sedianya dipakai.

Kemudian ada tempayan atau guci sebagai simbol keberuntungan dan penerimaan. Adapun ornament ukiran disesuaikan, dan material tugu sebaiknya menggunakan plat tembaga agar tahan lama, bukan plat besi yang cepat keropos.

BACA JUGA: https://harianjurnal.com/daerah/mahulu/8696-bupati-mahulu-dr-bonifasius-belawan-geh-pimpin-tactical-floor-game

Kemudian sumber energi, Bupati Mahulu ini menyampaikan dukungannya, penggunaan energi baru terbarukan seperti solar cell, namun tetap terintegrasi dengan jaringan listrik PLN untuk menjamin kelangsungan fasilitas.

Bupati mengapresiasi kepada Tim ITN Malang yang telah berperan aktif dalam membantu Pemkab Mahulu menyusun rencana pembangunan kawasan strategis tersebut.

Untuk diketahui forum ini dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm., Kes., Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Wenefrida Kayang, S.Sos., M.Si. , para Kepala OPD, Camat se-Mahulu, serta Rektor dan Tim Penyusun dari ITN Malang. (Adv/KominfoMahulu/*)