Kamis 20 Juni 2024
UJOH BILANG - Untuk membangkitkan pariwisata di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dan memberikan semangat pengelolaan obyek wisata di kabupaten.
Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mahulu membangun kawasan sentral pariwisata Batoq Tenevang (Batu Dinding) Kawasan sentral pariwisata ini terletak di kawasan Kampung Long Melaham.
Kawasan itu direncanakan sebagai media pusat kegiatan dengan konsep rekreasi budaya dan kearifan daerah, dengan menampilkan pemandangan depan Batu Dinding yang menjadi salah satu ikon Kawasan Perbatasan Mahulu.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Mahakam Ulu Yason Liah mengatakan filosofi dari konsep ini adalah wisata dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Target yang ingin dicapai dari pembangunan ini adalah Disparpora Mahulu ingin membangun aspek yang potensial.
"Untuk mampu mengangkat taraf hidup masyarakat melalui sentra pariwisata. Sentra pariwisata ini adalah sebuah kawasan dimana kawasan itu terpadu," katanya, Kamis (20/6/2024).
Dengan adanya sentral pariwisata ini kedepannya dapat menghadirkan pelayanan pariwisata secara terpadu dimulai dari alam, budaya dan ekonomi kreatifnya.
Seperti namanya di sentral pariwisata akan dijadikan sebagai pusat pariwisata di Mahulu. "Salah satu pusat itu ada akomodasi, kawasan itu nanti akan menjadi sumber pendapatan daerah yang bersumber dari akomodasi," tuturnya.
Tentunya dengan adanya pembangunan dan akomodasi yang disiapkan akan memberikan penghasilan tambahan bagi daerah.
Diluar penghasilan tambahan yang bisa dihasilkan oleh akomodasi, nantinya dengan menyediakan fasilitas-fasilitas tambahan tentunya akan lebih menambah peluang bagi ekonomi pemerintah dan masyarakat.
Tak hanya pusat pelayanan pariwisata, di sentral pariwisata ini juga nantinya akan dibangun sebuah konsep pusat budaya.
"Kalau mau lihat ritual Hudoq silakan datang kesitu, ekonomi dan resto juga ada disitu. Jadi disitu semacam bercampur padu melayani kepariwisataan," imbuhnya.
Kehadiran akomodasi wajib ada di sentral pariwisata sebagai salah satu wujud memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung.
Tentunya wisatawan tak cukup menikmati pariwisata yang memukau namun diluar kebutuhan itu wisatawan juga memerlukan akomodasi memadai.
Menariknya, konsep ini tidak pernah dipikirkan oleh kabupaten lainnya. Dimana konsep ini menjadikan liburan dalam satu paket.
"Di Indonesia juga belum ada konsep seperti ini, biasanya kan yang ada itu khusus satu spot begitu kalau ini satu paket," imbuhnya. (Adv/KominfoMahulu/*)