Senin 11 September 2023
SAMARINDA –Asisten III Bidang Administrasi Umum Kristina Tening, SH, MSi mewakili Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, SH, ME membuka Diskusi Tim Formatur dalam rangka Pembentukan "Multi Stakeholder Forum” Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Mahulu di Hotel Harris, Samarinda, Selasa (05/09/2023).

Kegiatan yang difasilitasi Bappelitbangda Mahulu ini diselenggarakan merujuk Surat Gubernur Kalimantan Timur No. 050/ 047/ B.EKO-BAPP/2022 tentang Pelaksanaan Proyek USAID SEGAR dan Surat Bupati Mahakam Ulu 050/082.005/ Bappelitbangda – TU.P/IV/2022 tentang Pelaksanaan Proyek USAID SEGAR di Kabupaten Mahakam Ulu.
Dalam sambutannya Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh yang disampaikan Asisten III Kristina Tening mengatakan, bahwa Pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan tahun 2030 Agenda of Sustainable Development atau yang dikenal dengan Sustainable Development Goal (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dalam agenda pembangunan nasional.
"Ini diwujudkan melalui penyelarasan indikator pencapaian target TPB/SDGs dengan strategi dan prioritas pembangunan nasional baik dalam RPJMN atau Rencana Kerja Pemerintah (PKP). Salah satu prinsip utama pelaksanaan TPB/SDGs di Indonesia adalah kemitraan yang inklusif," ungkapnya.
Sebagaimana amanat dalam Perpres No. 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun ormas, akademisi, pelaku usaha, media dan filantropi dalam pelaksanaan TPB/SDGs.
Bupati menjelaskan, melalui proses perencanaan dan implementasi TPB/SDGs yang inklusif, maka hasil pembangunan akan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kabupaten Mahulu juga memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai tujuan dan indikator-indikator dari TPB/SDGs, yang diharapkan capaian-capaian Kabupaten Mahulu terkait TPB/SDGs bisa berkontribusi positif terhadap capaian provinsi maupun nasional," ujar Bupati Bonifasius.
Dikemukakan, bukti keseriusan Mahulu dalam mencapai target-target TPB/SDGs, antara lain: - Keselarasan antara Tujuan TPB/SDGs, RPJMN, RPJMD, visi-misi Bupati Mahulu serta renstra dan program-program di tiap OPD. - Membentuk tim TPB/SDGs yang beranggotakan OPD lintas sektor.
"Inisiatif-inisiatif di atas sangat kuat relevansinya dalam kerangka program USAID SEGAR yang akan dilaksanakan utamanya dalam tata kelola Lingkungan berkelanjutan di bawah payung Sustainable Terrestrial Ecosystem Management (STEM)," tuturnya.
Bupati juga mengungkapkan STEM ini memiliki dua tujuan utama, yaitu memperkuat tata kelola pemerintahan di bidang lingkungan dan sumber daya alam di tingkat kabupaten dengan memperhatikan konservasi keanekaragaman hayati serta pengelolaan hutan dan lahan secara berkelanjutan.
Mendorong sektor swasta untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan dan sosial dalam rantai pasok produksi komoditasnya sehingga mengurangi ancaman terhadap keanekaragaman hayati serta mengurangi produksi gas rumah kaca dari sektor lahan.
"Berdasarkan dua hal tersebut, Pemkab Mahulu mendukung dilaksanakannya diskusi Tim Pembangunan Berkelanjutan “Multi stakeholder Forum” hari ini,” tandas Bupati. Diharapkan hasil dari diskusi ini dapat menjadi panduan dalam pengambilan kebijakan pembangunan berkelanjutan.
"Saya mengharapkan kepada OPD yang hadir betul-betul terlibat secara aktif pada acara lokakarya ini, sehingga akhirnya akan didapati sebuah strategi pencapaian target-target TPB/SDGs," kata Bupati.
Untuk diketahui tujuan dilaksanakan kegiatan ini, salah satunya mendapatkan masukan dan peran strategis dari forum multipihak yang ada di tingkat kabupaten, maupun provinsi bagi tim formatur pembentukan forum multipihak di Kabupaten Mahulu.
Hadir dalam kegiatan ini, perwakilan dari Bappeda Provinsi Kaltim, Bappelitbangda Mahulu, Bagian Hukum Sekretariat Daerah Mahulu, Gerbangmas, Dewan Adat Kabupaten Mahulu dan USAID SEGAR. (diskominfo/adv/*)