Selasa 5 September 2023
SAMARINDA – Penurunan angka stunting di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tertinggi se Kalimantan Timur, yakni mencapai 14,8 persen tahun ini, dan akhir tahun bisa 14 persen.
Demikian dikemukakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Mahulu, Agustinus Teguh Santoso saat menghadiri puncak Hari Keluarga Nasional ke-30 tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (22/8/2023) lalu.

Agustinus Teguh Santoso mengatakan, program “Menuju Keluarga Bebas stunting untuk Indonesia Maju dan Kaltim Berdaulat” ini ditekankan bahwa semua kabupaten/kota harus berusaha menurunkan stunting dengan memadukan kekuatan stakeholder yang ada.
Baik itu pemerintah, swasta, dan masyarakat dengan capaian penuruunan angka stunting pada bisa di angka 12 persen, sementara target nasional 14 persen. Pemkab Mahulu, tegasnya, terus berkomitmen untuk penurunan angka stunting.
"Ini terbukti kita bisa menurunkan angka stunting dari 21 persen pada 2021 menjadi 14,8 persen tahun ini. Artinya kita tinggal menurunkan lagi 0,8 poin untuk bisa mencapai target nasional angka 14. Ini merupakan capaian tertinggi di Kaltim. Di mana rata-rata angka stunting di kabupaten/kota di Kaltim masih di kisaran angka 19 sampai 23," jelasnya.
Namun begitu, pihaknya tetap harus berjuang agar angka stunting di Mahulu bisa mencapai target provinsi di angka 12. Tentunya, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dan perusahaan melalui program CSR atau pemberdayaan masyarakatnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Agustinus Teguh Santoso menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-30 tingkat Provinsi Kalimantan Timur mewakili Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh.
Acara yang diselenggarakan BKKBN Kaltim ini dirangkai Promosi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Program Percepatan Penurunan Stunting yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr H Jaya Mualimin, mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor. Gubernur Isran Noor dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan mengharapkan kegiatan promosi dan KIE percepatan penurunan stunting menjadi momentum meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim.
"Semoga kegiatan ini dijadikan momentum meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim yang sehat, kuat dan sejahtera serta mendukung pembangunan di Kaltim khususnya, Program Bangga Kencana di Provinsi Kaltim," harap Gubernur.
Melalui kegiatan Harganas juga, Gubernur mengharapkan komitmen Bupati/ Walikota serta seluruh elemen masyarakat meningkatkan pemahaman dan memberikan pendampingan kepada keluarga dari risiko stunting dan memaksimalkan tim percepatan penurunan stunting.
Lebih lanjut Agustinus Teguh Santoso mengungkapkan, saat ini terjadi penurunan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan posyandu di mana angka partisipasi masyarakat untuk menimbangkan bayi/balita di posyandu hanya mencapai angka 40 persen.
Untuk itu diperlukan inovasi-inovasi supaya masyarakat rajin mengikuti posyandu lagi dan memeriksakan kesehatan ibu serta menimbangkan bayi/balita ke posyandu secara rutin. Selain itu juga angka pernikahan muda di Kaltim juga masih tinggi dan itu menjadi salah satu sebab terjadinya stunting.
"Setelah ini, Pemkab Mahulu melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) akan segera menindaklanjuti masalah ini dengan berkoordinasi ke OPD/instansi terkait. Dan menggerakkan perusahaan atau swasta dan masyarakat untuk bersama melanjutkan upaya penurunan stunting di Mahulu," ungkap Asisten I.
Untuk diketahui, pada kegiatan tersebut turut diserahkan penghargaan kepada pemenang lomba dalam rangka memperingati Harganas ke-30 Tahun 2023.
Kabupaten Mahulu meraih Juara 1 dalam pembuatan Jingle Dance Challenge Ajang Kespro Kawula Muda (AkuKaMu) 2023 Tingkat Provinsi Kaltim yang diterima oleh Mey Cinthia Brigitha Dom.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua TP PKK Mahulu Yovita Bulan Bonifasius dan anggota, serta Kepala Dinkes P2KB Mahulu dr Petronela Tugan, M.Kes. (Diskominfo/adv/*)