Penambahan Tenaga Pendidik dan Fasilitas Sekolah Masih Jadi Prioritas di Desa

Jumat 22 November 2024

SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur, Syaiful Bakhri, menegaskan pentingnya penambahan tenaga pendidik dan fasilitas sekolah, terutama di daerah terpencil.

Ia menyoroti ketimpangan antara kebutuhan ruang kelas baru dan ketersediaan tenaga pengajar yang memadai sebagai masalah utama yang harus segera ditangani.

Syaiful Bakhri Anggota DPRD Kutim

"Penambahan gedung sekolah tentu membutuhkan tenaga pengajar baru. Namun, kebijakan pemerintah yang melarang pengangkatan tenaga honorer menjadi kendala besar dalam memenuhi kebutuhan ini," kata Syaiful saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/11/2024).

Ia mencontohkan kondisi di Dusun Kudung, Kecamatan Bengalon, di mana akses ke sekolah terdekat memerlukan perjalanan hingga 5 kilometer.

Selain itu, sekolah-sekolah seperti di PT Anugerah Energitama sudah mengalami kelebihan kapasitas siswa.

Di Desa Persiapan Tepian Budaya, masyarakat bahkan telah mengajukan usulan pembangunan gedung sekolah baru untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Selain kekurangan tenaga pengajar, Syaiful menyoroti minimnya fasilitas pendukung pendidikan di sekolah-sekolah pinggiran. Laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan perpustakaan, yang menjadi standar pendidikan, masih belum tersedia di banyak sekolah.

"Menurut aturan, sekolah harus memenuhi standar tertentu, termasuk tenaga pendidik yang minimal berlatar belakang S1, ruang belajar yang memadai, serta fasilitas penunjang lainnya," jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Masalah transportasi juga menjadi perhatian utama. Syaiful mencatat bahwa beberapa perusahaan swasta, seperti PT Anugerah Energitama dan PT Bima Palma Nugraha, telah menyediakan bus sekolah bagi anak-anak karyawan mereka.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan pendekatan serupa bagi siswa sekolah negeri di wilayah yang sulit dijangkau.

"Jika perusahaan swasta bisa menyediakan transportasi bagi siswa, saya rasa pemerintah juga perlu mempertimbangkan solusi yang sama untuk daerah-daerah yang sulit diakses," tegasnya. (Adv/DPRDKutim)