
Kamis 13 JULI 2023
Pemkab Kutim Gelar Rembug Stunting, Plt DPPKB Ronny: Rembug Stunting sebaiknya Dilakukan Sebelum Musrenbang
SANGATTA – Pemerintah kabupaten Kutai Timur (Kutim) melaksanakan koordinasi melalui rembug stunting terkait penyusunan perencanaan program dan kegiatan yang terfokus menurunkan angka stunting, khususnya pada desa-desa lokus stunting di Kabupaten Kutai Timur.

Kegiatan ini sebagai upaya konvergensi percepatan penurunan angka dan pencegahan stunting disetiap desa Kabupaten Kutai Timur. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, menggelar Rembug Stunting melibatkan berbagai pihak terkait, di Ruang Meranti Kantor Bupati, Selasa (11/07/2023) lalu.
Rembug yang dihadiri dari perangkat daerah (PD) terkait, TP PKK, Forkopimda, Rorum CSR, DWP, IBI, IDI, Camat Sangatta Utara, Camat Sangatta Selatan, PT KPC, PT PAMA Persada Nusantara Sangatta dan secara zoom diikuti Dinkes Propvinsi Kaltim, Camat se Kutim, Kades/Lurah se Kutim, KPM se Kutim, TPP Kecamatan se Kutim, TPS Desa se Kutim dan seluruh TPK se Kutim.
Plt Kepala DPPKB Kutim Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menyebut dalam Rembug berbagai saran disampaikan dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Kutim ini.
"Berbagai hal yang disampaikan termasuk berapa anggaran masing-masing PD terkait untuk mengatasi stunting," ungkapnya.
"Dan dengan anggaran tersebut, sudah seberapa banyak angka stunting yang turun atau sudah seberapa banyak anak stunting yang terbantu," ucapnya.
Menurutnya, Satgas penurunan stunting yang ditempatkan di Kutai Timur, akan mengambil data di semua PD terkait penurunan stunting.
"Rembug stunting sebaiknya dilakukan sebelum Musrenbang, agar PD bisa memasukkan anggaran untuk mengatasi stunting," urainya.
Selain itu, beberapa saran dari perwakilan PT KPC, bahwa harus ada data stunting dan lokusnya. Sehingga pihak kontraktor dan perusahaan bisa bersama-sama dalam menurunkan angka stunting, juga bisa menjadi binaan dan asuh stunting. (Adv/*)