
Rabu 12 JULI 2023
BALIKPAPAN - Tingginya biaya pakan ikan bagi pembudidaya ikan di wilayah kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuat staf Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim, melaksanakan Bimtek (Bimbingan Tehnis) pakan ikan bagi PPL (Petugas Pelaksana Lapangan) dan staf Dinas, DKP.
Bimtek budidaya pembuatan pakan ikan ini, diikuti 12 orang, dari staf dinas DKP dan PPL DKP Kutim. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi pelayanan bagi pembudidaya ikan di Kutim sekira seribu lebih dengan 300 kelompok petani budidaya.
Kasi Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim Fitriyullah mengatakan, kegiatan Bimtek dilaksanakan ini, sebagai bentuk pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) di bidang budidaya.
"Termasuk pelayanan masyarakat khususnya pembudidaya ikan yang tersebar di 18 kecamatan dan 150 lebih desa di Kutim," ungkap Fitriyullah, Rabu (12/7/2023).
Menurutnya, Bimtek yang dilaksanakan ini, sebagai upaya dinas untuk meningkatkan pelayanan kepada pembudidaya ikan di Sangatta, Kutim.

"Bimtek pembuatan pakan ikan ini juga, menjadi penting bagi petani, selain pakan ikan sulit didapatkan biaya pakan dinilai cukup tinggi, hingga 60-80 persen, dari biaya operasional petani tambak adalah pakan ikan," jelas Fitriyullah.
Meski kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri, namun tuntutan dinas terkait banyak memprioritaskan program perikanan atau budidaya. Sehingga, kegiatan perikanan dapat menggunakan anggaran RT, melalui dan desa dan APBD daerah. (Adv/*)