KPAD Kutim Gelar Peer Educator HIV-AIDS

Rabu 5 JULI 2023

SANGATTA – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar pelatihan untuk Peer Educator (TOT) HIV-AIDS di seluruh perusahaan yang ada di Kutai Timur (Kutim), Selasa (4/7/2023).

Foto: Istimewa

Pelatihan Peer Educator, yang dipusatkan, di Wisma Rayah KPC Swarga Bara, tersebut dibuka Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang dan dihadiri perwakilan PT Kaltim Prima Coal (KPC), perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Doris Lalamentik dan para peserta dari perusahaan yang ada di wilayah Kutim.

Kasmidi Bulang Wakil Bupati Sangatta, juga selaku Ketua KPAD Kutim menyatakan, tantangan terbesar dari program HIV/AIDS di seluruh Dunia adalah menuntaskan komitmen global, untuk eliminasi AIDS pada tahun 2030.

Menurutnya, perlu dilakukan upaya secara masif seperti sosialisasi HIV/AIDS. Juga pemeriksaan HIV melalui VCT dan Mobile VCT ke lokasi populasi kunci, komunitas, perusahaan, instansi pemerintah dan TNI - Polri.

"Maka itu Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan sudah menyiapkan logistik berupa reagen, sarana peralatan medis, sarana pelayanan khusus untuk HIV/AIDS dan IMS, di Kutim sudah siap 21 puskesmas di 18 kecamatan, tinggal SDM yang sedang di persiapan melalui pelatihan ini," ungkap Kasmidi bulang.

Dia menyebutkan, pemerintah daerah dalam upayanya melakukan eliminasi AIDS talun 2030 diukur dari presentasi capaian standar Pelayanan Minimum (SPM) HIV, persentase temuan kasus yang diterapi ARV dan yang diterapi kandungan virusnya berhasil di terserupsi sehingga tak terdeteksi lagi.

Pihaknya bersyukur, capaian SPM untuk penemuan Kasus HIV di Kutai Timur dinilai tertinggi wilayah Provinsi kaltim, yaitu 152 persen. Kemudian, disusul Balikpapan 105 Persen, PPU 102 Persen, Bontang 101 Persen dan Kukar 87 Persen.

"Pencapaian itu, sangat terbantu dengan pemeriksaan HIV di perusahaan melalui VCT dan kerja keras TIM Mobile VCT dari Puskesmas bersama KPAD Kutim," kata Kasmidi Bulang.

Wakil Bupati Kutim ini memberikan apresiasi kepada perusahan di Kutim, serta relawan yang bekerja dalam TIM VCT. Dengan kerja sama semua pihak terkait.

Dirinya pun optimis target eliminasi AIDS tahun 2030 akan tercapai.

Dia katakan pelatihan peer educator ini sangat penting sebagai pelaksana dari Kepmenaker Nomor 68tahun 2024 tentang P2HIV-AIDS di tempat kerja.

Sebab, setiap tahun ada penilaian oleh Kementrian Tenaga kerja RI melalui Gubernur. Dan salah satu syarat penialaian adalah adanya peer educator HIV - AIDS di perusahaan yang bersertifikat resmi dari pemerintah.

Selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) menyampaikan, salah satu tugas penting peer educator adalah melakukan sosialisasi informasi tentang HIV-AIDS kepada seluruh karyawan perusahaan dan mengajak teman teman karyawannya untuk berprilaku sehat agar terhindar dari tertular HIV-AIDS.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris KPAD Kutim, Darmaji menegaskan, pelatihan itu akan digelar selama tiga hari mulai dari 4 hingga 6 Juli 2023, yang diikuti 26 peserta yang merupakan perwakilan dari perusahaan, Kader HIV/ LMKS dan Pendamping ODHIV di Kutim.

Sebagai informasi, Gubernur Kaltim tahun 2023 ini, memberikan penghargaan sedikitnya 15 Perusahaan meraih penghargaan Award, P2 HIV-AIDS K3, yakni Platinum 11, Gold 3 dan Silver 1. (Adv/*)