DKP Bersama TP PKK Kutim, Gelar Lomba Cipta Menu

Senin 3 JULI 2023

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kutai Timur (Kutim), mengkampayekan program pemerintah pusat dan daerah terkait pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), melalui Dinas Ketahanan Pangan Kutai Timur (DKP Kutim) berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten rencana menggelar lomba cipta menu pangan B2SA yang akan ikuti seluruh perwakilan Kecamatan di Kutim.

Bennie Hermawan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur. Foto: Istimewa

Kepala DKP Kutim melalui Sekretaris DKP Bennie Hermawan ditemui di ruang kerjanya mengatakan, kegiatan dijadwalkan akan dibuka Bupati Ardiansyah Sulaiman serta dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang dan stakeholder terkait akan digelar di gedung Serba Guna (GSG) pada hari Selasa nanti (11/07/2023).

"Kegiatan ini menjadi bagian penting, untuk mengkampayekan program pemerintah pusat dan daerah terkait B2SA, dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada di sekitar agar bisa diolah menjadi sumber pangan,” ungkapnya.

Dia berharap, program B2SA juga menjadi upaya nyata pemerintah untuk mendorong masyarakat untuk mengenal, mengolah dan mengkonsumsi sumber-sumber pangan lokal dengan tetap berpedoman pada keseimbangan gizi agar tercipta masyarakat Kutim yang sehat, aktif dan produktif.

Menurut Bennie, tujuan kegiatan ini agar masyarakat dapat menerapkan dan mengkreasikan dalam menu yang disantap setiap hari, jangan hanya terpaku satu macam produk pangan.

Hal itu diamanatkan undang-undang pangan nomer 18 tahun 2021, pemerintah dan daerah berkewajiban mewujudkan keanekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat serta mendukung hidup secara sehat, aktif dan produktif.

Dia mencontohkan, saat ini sebagian besar masyarakat kita masih mengkonsumsi nasi. Padahal sumber karbohidrat masih bisa ditemukan di bahan pangan lain, misal ubi, jagung singkong, sagu yang masih banyak kita jumpai di sekitar rumah, dan yang pasti lebih sehat.

Sekretaris DKP Kutim ini menegaskan, masyarakat sudah harus merubah pola konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumber pangan lokal yang masih sangat berlimpah.

"Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi agar lebih seimbang, hal tersebut juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan sumber pangan tertentu," tandasnya. (Adv/*)